Belajar Selagi Bisa

December 07, 2015


Sebenernya naskah di bawah merupakan salah satu tugas di kampus buat feature inspiratif, tapi pengen banget diupload. Niatnya sih buat memulai nulis lagi khususnya di blog ini, yang kian lama terabaikan. Selamat membaca guys :) 
Sebelumnya terima kasih juga kepada sepupu saya Wina Nurmalasari, yang jadi objek untuk tulisan ini.

Belajar Selagi Bisa

Persaingan antarsiswa yang selalu hadir di tengah-tengah rutinitas para siswa di sekolah.  Belajar dengan giat tanpa adanya rasa bosan dalam dirinya. Wina Nurmalasari (17) siswi SMA Negeri 1 Ciasem, yang selalu mendapat peringkat pertama di kelas setiap semesternya.

Wina tinggal bersama kedua orang tuanya, kakak dan adiknya. Dia tinggal disebuah rumah petak yang begitu sederhana. Ayahnya seorang wiraswasta dan Ibu seorang karyawan Garment. Kehidupan yang begitu sederhana bahkan sering kali ketidakcukupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dulu saya bukanlah siapa-siapa, bahkan saya tidak punya teman dari kecil. Saya hanya seorang introvert, penakut, pemalu dan selalu menyerah. Namun saya tetap bersyukur karena memiliki keluarga yang begitu luar biasa. Mereka selalu menjadi teman dan tempat untuk bersandar ketika sedih,” kata Wina dengan nada rendah.

Sewaktu kecil dia tidak punya teman bermain, di Sekolah Dasar pun tidak ada yang care kepadanya. “Saya tidak punya teman karena mereka hanya berteman dengan orang-orang pintar saja. Sedangkan saya dapat masuk sepuluh besar pun tidak”.

Setelah lulus SD, dia diterima di SMP Negeri. Dia bertekad untuk belajar lebih keras agar bisa mendapatkan teman. Setiap mata pelajan yang disampaikan oleh para guru, dia simak dan ditulis ulang. Setiap hari dia belajar belajar dan belajar tanpa bosan. Tahun kesatu kedua dan ketiga, dia lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Selain itu dia pun diterima di SMA Favoritnya yaitu SMA Negeri.

Waktu liburnya dia manfaatkan untuk belajar, agar dia bisa bersaing dengan para siswa di sekolah favoritnya. Hari pertama dia sekolah, menjadi hari yang paling nervous. Bahkan rasanya dia ingin mengakhiri yang namanya Masa Orientasi Siswa yang begitu sangat menyebalkan bagi siswa baru.

Hari demi hari dia melewati rutinitas di sekolah yang begitu menyenangkan dan penuh semangat. Sekarang dia memiliki banyak teman dan menjadi murid yang paling rajin di kelasnya. Tidak hanya rajin dia pun sangat disukai oleh teman-temannya, karena selalu menolong, ramah dan pintar.

Bahkan ketika guru memberikan pengumuman tentang Olimpiade Ekonomi di kelas. Dia berharap bisa terpilih menjadi salah satu delegasi untuk mengikuti olimpiade. Hasilnya pun sesuai dengan harpanya. Wina menjadi salah satu dari tiga siswa yang didelegasikan untuk mengikuti Olimpiade tersebut.

Belajar dan terus belajar agar esok dia dan timnya bisa mengharumkan nama baik sekolahnya. Dia mengikuti semua kegiatan yang ada hubungannya dengan olimpiade ekonomi. Mengikuti Bimbel di sekolah dan bahkan dia privat kepada gurunya. Walaupun hasil olimpiade tidak begitu baik namun dia tetap semangat dan bersyukur bisa melewati proses perubahan menjadi lebih baik.

Proses perubahan yang begitu penuh dengan kerja keras dan keyakinan akan membuahkan hasil yang bermanfaat. “Belajar selagi bisa dan kelak akan manis akhirnya. Berjuang dan tetap menjadi diri sendiri,” prinsip dalam hidupnya.

Kini Wina memiliki banyak teman dan menjadi kebanggaan keluarganya. Dia memotivasi dirinya bahwa memiliki teman tidak harus pintar, dengan keramahan dan dan saling menolong pun salah satu untuk memiliki teman. Tetap berusaha untuk menjadi seorang yang bermafaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. *** 

Terima kasih :D

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive