Cerbung Asal Loe Tahu bagian 1

April 23, 2016





            Gemericik air yang turun dari langit membawa rasa iba saat terlihat lalulalang aktivitas oran g-orang di luar sana. Angin sesekali menghembus jendela kamar yang sedikit membuka . Awan yang terus menggumpal menghitam memanyungi senja ini, mata pun kabur saat aku melihat Sella di luar sana . Sella sahabatku melambaikan tangan sambil berjalan mendekat pintu kosan .
            “Cika, buka pintu dong !” Teriak Sella dari luar .
            “Iya sabar bawel” Jawabku
            “Duh benar – benar di luar dingin banget ”
            “Lagian loe dari mana saja ? jam segini baru pulang”
            “Biasa ke toko buku. Gue mandi dulu yah, basah kuyup nih”
            Sella bergegas mandi dan aku pergi ke dapur untuk membuatkan susu hangat untuk kita berdua. Jarak dapur dan kamar mandi berdekatan jadi bisa berkomunikasi.
            “Besokkan libur kita fisik bareng yuk!” Kataku
            “Maksud loe lari ? Sorry sob, bukannya nggak mau tapi gue sudah janji sama teman – teman kelas gue, mau lunch bareng gitu ” Ucap Sella
            “Hmm, padahal gue nunggu momen –momen lari sama loe . Sudah berapa bulan kita nggak lari bareng?”
            “Sorry lah, kalau next holiday gimana ?”
            “Hmm, okay but you must promise.”                                                             
            Setelah susu hanyatnya sudah jadi aku menuju ruang tamu. Sambil menunggu Sella, aku sesekali mengutak- ngatik hp. Tak ada yang menggangu hpku, momen seperti ini yang selalu feel bored .
            “Woy ! bengong aja kesurupan lho hehe” Celetuk Sella
            “Hm Ngancemnya pake kesurupan segala,hp gue sepi so I feel bored ” Kataku
            “Terus gue harus bilang WOW gitu ?”
            “Ah. Rese loe diminum dulu tuh susunya biar badan loe anget”
            “Perhatian amat ,, hehe okay gue minum”
            Rintik hujan masih mengalir di atas genting kosan, angin bersemangat mengibas dedauanan  dan alam sekitar. Hari semakin meredup dan gelap pun mengubah background alam . Kesunyian membubarkan kita dari bincang-bincang dan akhirnya kita dikalahkan oleh gelap dan dingin dan kita bergegas untuk istirahat.
            Kokokan ayam saling berbondong – bondong bagai alarm pagi, sejuk udara memotivasi tuk terbangun dan  mulai lakukan aktivitas .
            “Morning guys !”
            “Morning dear !”
            Tegur sapa, canda nan tawa bukti kebersamaan kita yang selalu dilakukan dimana pun kita berada .Daya imajinasi kita seakan terbawa suasana akan kebersamaan, khayalan kita ikut berpartisipasi pada momen ini . Pukul 12.00 kita disibukan untuk melaksanakan planing kita, aku lari dan Sella lunch, kita tidak langsung pergi melainkan shalat dzuhur terlebih dahulu dan baru kita pergi .                             
             Aku pergi sambil lari – lari kecil untuk pemanasan,jarak tempat olahraga tidak jauh dari kosan . Ditemani handuk putih yang merangkul di pundak dan penutup telinga bernada aku pun lari keliling lapangan .Napas letih menghembus, kekuatan kakiku mulai melemah dengan nada ngosngosan, dan berhentilah aku untuk istirahat . Namun saat hendak minum aku disadarkan bahwa aku tak bawa air minum.
            “Ya ampun kenapa gue jadi pelupa gini sih ? pake acara nggak bawa minum. Dasar umur !”Kesalku
            Aku hanya terduduk di bawah pohon sambil memainkan hp. Tiba – tiba Zaki teman sekolahku datang menghampiri dan menyodorkan minuman kepadaku .
            “ini minum buat loe. Kelihatannya lagi kemarau hehe” Ucap Zaki
            “Eh loe Zak, emang gue apaan pake dibilang kemarau haha.Loe sendirian ?”
            “Kelihatannya ? hehe... Iyah, teman gue lagi sibuk sama teman-temannya. Terus loe sendirian juga ?”
            “begitulah ! Sering lari di sini ?”
            “Nggak sih paling dua minggu sekali. Kenapa emangnya ?”
            “Nggak Cuma nanya aja, lari lagi yuk !”
            “Okay siap !”
            Aku dan Zaki berlari kecil mengelilingi lapangan. Aku dan Zaki terlihat akrab sekali karena kita sudah tiga tahun berteman dekat . Canda nantawa selalu menghiasi sepanjang kita lari, tiba-tiba ada pengganggu datang yaitu teman Zaki, Dia muncul sambil tersenyum dan mengejek kita .                                                                     
            “Ehem uhuk uhuk, cie yang lagi PDKT . cie cie  cie” Ledek Dion
            “Apaan sih kaya yang nggak biasa lihat kita bercanda aja” Ucapku
            “Tuhkan marah berarti benar dong ” Kata Dion
            “Sudah jangan diperpanjang. Lagian loe kemana aja sih ? ” Tanya Zaki
            “Hehe sorry Bos tadi ada problem dikit”
            “Hmm, sorry yah sudah jam 15.00 gue cabut duluan yah” Kataku
            “Kenapa buru-buru ? mau diantar sampai kosan ?” Sambung Zaki
            “Ehem yang masih kangen kangenan” Ledek Dion
            “Apaan sih, nggak usah Zak, gue bisa pulang sendiri kok, duluan yah asslmkm”
            “Waalaikum salam”
            Dalam perjalanan pulang aku tersenyum senyum sendirian dan memikirkan kata kata ledekan Dion tadi. Setelah dipikir pikir sesungguhnya aku telah menyimpan rasa suka kepada Zaki sejak pertama kita berjumpa, tapi aku tidak berani menyampaikan perasaanku kepadanya . Sesampai di kosan Sella pun pulang, dan dia terlihat bingung melihat aku senyum senyum sendirian .
            “Hey, ngapain loe senyum senyum sendirian ?” Tanya Sella
            “Haha... gue tadi lari bareng sama idola pujaan gue, dia super perhatian saat gue kehausan dia ngasih minumanya ke gue, pokoknya melayang layang deh gue” Jawabku
            “Maksudnya cowok misteri yang sering loe curhatin ke gue? wah hebat benar loe bisa deket banget sama dia. ikut happy juga dah”                                       
            “Iyah begitulah, gue ke kamar duluan. Bye”
            Senjapun berganti malam, selesai beribadah kepada Allah SWT . kita duduk di ruang TV, lagi asik asiknya cerita, tiba tiba hpku menjerit dan ternyata pesan masuk dari Zaki.
            Malam, maaf ganggu cma mau ngingetin handuk loe terlinggal di tempat lari tp skrng handuknya da di home gue
            Balasku
Malam, hmm pantas ja dicari gk ketemu, tpi kok bisa tau itu handuk gue ?
            Balas Zaki
Yah bisalah kan dari parfum loe
            Aku tersenyum saat membaca sms bahwa dia hapal benar harum parfum ku .
            “Senyum mulu loe, awas jangan sampe salah minum obat yah” Sewot Sella
            “haha udah jangan ganggu mulu hehe” Ucapku
                        Keesokan harinya kita pagi pagi sekali sudah berangkat sekolah, Senin selalu diiringi dengan upacara dan disibukkan dengan bidang study yang super menikam otak       Aku berpusing pusing ria bersama mata pelajaran sampai habisnya jadwal. Selesai semua aku langsung pulang . Saat di gerbang aku melirik, di sana ada Zaki dan Dion, aku pura pura tidak melihatnya dan langkahku dipelankan. Aku berharap dia memanggilku dan mengajak pulang bareng.
            “Ehem,, sendirian aja nanti diculik lho” Ucap Zaki                                       
            “Eh Zaki, nggakkan ada yang berani nyulik gue kan ada loe hehe” Kataku
            “Haha bisa aja loe, pulang bareng yuk !”
            “Dengan senang hati hehe”
            Minggu adalah hari besar yang dinanti untuk bersantai, Sella sudah berjanji akan menemaniku untuk lari. Dan kita bertemu Zaki dan Dion. Kita pun menghampirinya.
            “Hey, ketemu lagi hehe” Ucapku
            “Hi, iyah jodoh kali Dia teman loe yah ? kenalkan gue Zaki dan ini Dion” Zaki
            “Oh yah salam kenal, gue Sella” Ucap Sella
Tawa kita menunjukan keakraban tak ada kecangguangan walaupun Sella baru kenal dengan temanku. Tak lama kita pamit pulang .
            Malam tiba, Aku dan Sella duduk di teras kosan.
            “Sob, teman loe gokil juga yah, boleh gak gue minta no hpnya Zaki” Kata Sella
            “Hm, What for ?” tanyaku
            “Iyah supaya lebih akrab lagi”
            “Cari aja sendiri di kontak hp gue”
            “Aku merasa aneh melihat tingkah laku Sella, kenapa dia pengin lebih akrab dengan Zaki, padahal Zaki kan idola yang gue ceritakan. Positif thinking aja” Hatiku
            Hari demi hari, Sella sering sekali senyum senyum sendiri saat smsan dan aku nekat untuk menanyakan dia sedang smsan dengan siapa .                                             
            “Cie yang lagi senyum senyum aja, lagi smsan sama siapa sih ?” Ledekku
            “Haha,, iyah Sob gue lagi smsan sama Zaki, awalnya sih gue duluan yang sms tapi kesini sini malah dia yang sms dulu hehe” Ucap Sella
            Sudah seminggu lebih sella sibuk smsan sama Zaki dan seminggu ini aku tak pernahdapat sms dari zaki, sakit sekali rasanya namun apa daya itu adalah hak mereka.
            Pagi sekali aku berangkat sekolah tanpa pamitan kepada Sella, dengan hati yang kesal bercampur sedih namun face aku tidak menampilkan sedih itu. Aku tidak mau kepribadianku dinodai dengan kejadiaan ini.
            “Hey, tunggu !” Teriak Zaki
            Aku pura pura tidak mendengar dan terus berjalan menghindari Zaki
            “Hey, tunggu ! ” Teriak Zaki
            “Whats up ! ” jawabku
            “Loe kenapa sih ? seminggu cuekin gue, ada yang salah ? ”
            “Nggak !”
            “jangan bohong, bilang  aja gue salah apa ?”
            “Loe pengin tahu salahnya apa ? kesalahan loe itu terlalu akrab sama Sella”
            “Maksud loe apa sih ?”
            “Asal loe tahu, gue suka sama loe !”
                                                                                                                                   
            “Eh bawel jangan marah gitu dan asal loe tahu gue deketin Sella bukan karena gue suka sama dia. Dan asal loe tahu gie Cuma amau tahu kalau loe tuh sebenernya suka sama gue nggak sih”
            “Asal loe tahu yah, gue gak percaya sama loe. Dann jangan mempermainkan sahabat gue”
            “Eh asal loe tahu, gue sama Sella sudah merencanakan ini semua, jadi Sella nggak mungkin suka sama gue”
            “Kenapa loe nekat bikin gue kesel sih ?”
            “Dan sekali lagi asal loe tahu gue cuma mau mastiin kalau loe suka sama gue nggak, karena gue benar benar suka sama loe”
            “Jadi?” Ucapku
            “Ehem, cie cie yang udah ngungkapin perasaannya. Sorry Sob gue terpaksa ngelakuin ini karena gue disuap sama dia hehe” Kata Sella
            “Jadi jelaskan kalau gue benar suka sama loe” Kata Zaki
            “Udah terima saja, kan dia idola loe hehe peace ” Sambung Sella
Zaki mendekati aku sambil mengulirkan kelingkingnya kepadaku . Ini adalah sebagai bukti tanda keakraban kita berdua dan kita saling mengakrabkan diri satu sama lain .


                                                                       

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...