August 08, 2016

Upaya Pencegahan Paham Radikalisme di Dunia Pendidikan

Mahasiswa sedang berdiskusi di ruangan siaran RRI Pro 2 96.0 FM Bandung
(Doc.Annisa)
RRI Pro2 Bandung – Radikalisme dinilai sebagai paham keras dan negatif dalam ajaran agama. Namun dalam diskusi mahasiswa sore ini di Pro 2 96.0 FM mengungkap bahwa paham radikalime tidak hanya berupa negatif dan kekerasan melainkan bersifat netral (08/8/16).
Radikalisme tidak terpaku terhadap agama, negara bahkan dalam sebuah keluarga pun ada. Kawan-kawan mahasiswa yang tergabung dalam diskusi ini baik sekitar 15 mahasiswa dari RRI Bandung, Bogor dan Cirebon berpendapat mencari solusi pencegahan paham radikalisme. 
Hal seperti ini harus dikenali dan dipahami untuk bahan pengetahuan masyarakat khususnya di Indonesia. Dalam dunia pendidikan seorang guru bertugas untuk memberikan pemahaman kepada murid-muridnya, agar tidak gagal paham mengenai radikalisme itu sendiri. Kita tidak bisa terpaku terhadap kurikulum dan kebijakan pemerintah.
“Dengan adanya penerapan kebebasan akan membentuk peluang bagi orang bermodal untuk berkuasa,” argumen salah satu mahasiswa Bandung. Adanya radikalisme ini menggiring para penguasa untuk merubah sistem sosial maupun politik.
Menurut Pakar Pengamat media Pak Imam “ mahasiswa menciptakan sejarah, sebagai agen perubahan.” Dengan demikian bahwa mahasiswa harus memahami arti sebenarnya radikalime untuk diamalkan di organisasi maupun khalayak. 
Upaya untuk pencegahan penyebaran radikalime yaitu dengan cara mengenali radikalisme, membentengi iman, melek media dan waspada terhadap paham tersebut. 
***Siti Fatonah/Jurnalistik/UNINUS

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive