Aib dan Masa Lalumu Dibongkar, Gimana Perasaannya?

March 17, 2019

Sering kali kita menemukan seseorang tengah asik gibah kejelekan orang lain. Nah sebetulnya apa manfaat yang kamu peroleh dari kegiatan itu? merasa puas kah, bangga, atau sangat bahagia? Sempat kah kita memikirkan perasaan orang yang kita bicarakan, terlebih apa yang kita bahas itu sebetulnya yang tidak pantas untuk diumbar. Walaupun itu hanya sebatas informasi kepada teman dekat.
Ilustrasi gibah dimana mana/sifathlist
Saya juga termasuk orang yang sering kali membicarakan keburukan atau aib orang lain kepada teman-teman. Iya saat saya mulai berbicara rasanya tidak ada beban sama sekali, enjoy hingga kuliti habis aib orang tersebut, apalagi dia yang pernah membuatku jenglel wkwkwk. Tapi setelah itu, pernah tidak merasa menyesal karena terlalu over menceritakan keburukan orang lain yang awalnya hanya sebatas informasi malah dijelaskan secara detail. Semoga saja merasakan hal itu, karena itu menjadi teguran atau pengingat untuk memperbaiki diri lebih baik.

Dewasa ini setelah semua kaum mengenal media social, mengumbar aib orang menjadi hal yang biasa, tak hanya orang lain bahkan aib diri sendiri pun diperlihatkan kepada semua penduduk dunia maya. Kita harus paham, kebiasaan ini sangat merugi sehingga sebisa mungkin kita hindari. Oh ya, di sini bukan untuk menggurui atau menasehati. Sekedar saling mengingatkan.

Ada baiknya kita sudahi membicarakan keburukan orang lalin terlebih masa lalunya yang kelam dan kini sudah hijrah atau tengah memperbaiki diri untuk tidak lagi terjebak dalam gelapnya masa lalu. Seburuk apapun, sebenci apapun kamu kepada orang itu hargai proses dia memperbaiki diri. Jika hasilnya akhirnya positif, alangkah baiknya kamu apresiasi atau diam tidak untuk mengumbar masa lalunya. Apalagi, kita hanya mendengar dari orang lain, bukan melihat sendiri keburukannya, karena bahaya. siapa tahu hanya untuk adu domba.

Saya mengutip dalam sebuah hadist atau anjuran untuk menutup aib orang lain.
Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, Allah akan menutupkan aibnya pada hari kiamat” (HR. Al Bukhari).

Hadist ini cukup jelas dan harusnya bisa menjadi rem ketika hendak membongkar aib orang lain. Jangan sampai kita terlena dengan bisikan syaitan sehingga terjerumus lebih jauh lagi. Oh ya biasakan diri melatih untuk menanam kebaikan karena ini adalah investasi kita di dunia maupun di akhirat.

Saya mangambil contoh, ketika kita menolong orang yang tengah kelaparan atau kehausan maka kebaikan itu akan dikembalikan lagi kepada kita oleh-Nya. Ya bisa secara langsung di dunia misal saja kita juga dihadapi keadaan yang sama lapar dan haus, karena kita pernah menanam kebaikan dan menolong maka kita pun akan ditolong. Itu hanya logika saja, untuk lebih jelasnya hanya Dia Yang Maha Tahu. Atau disimpan untuk bekal di akhirat sebagai amalan untuk mendapatkan surge-Nya.

Kalau kita sering mengumbar aib orang lain, seberapa yakin bahwa orang lain tidak akan mengumbar aib kita?

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...