Do What You Love, Bagaimana Jika Tidak Cinta?

March 13, 2019

Spot Selfi di Jalan Braga, Kota Bandung/sifathlist

Kalimat Do what you love begitu familiar ditelinga. Hal ini biasanya kan muncul ketika seseorang tengah memotivasi orang lain atau sekedar berbagi cerita antarteman yang tengah galau dalam menjalankan kehidupan yang penuh tantangan ini. Iya, kalimat tersebut memang sangat mujarab untuk meyakinkan orang dalam mengambil langkah. Cukup berhasil dalam kehidupan nyata.

Tapi bagaimana ketika kita sduah terlanjur memasuki zona yang memang tidak sama sekali terpikir dan tidak kita cintai? Keluar dari zona dan kabur mencari apa yang kita cintai atau bertahan demi sesuap nasi atau mengisi waktu luang?. Jawaban hanya ada pada diri anda sendiri. Apakah anda yakin berhasil mengejar yang dicintai atau menciptakan rasa suka pada pekerjaan itu. silakan jawab dan lakukan apa yang anda mau.

Sekedar berbagi pengalaman perjalanan hidup ini. Saya pernah dihadapi dengan hal seperti ini, tidak menyukai pekerjaan yang didapat. Walaupun pekerjaan itu pernah mampir di dalam 100 harapan hidup yang ditulis di secarik kertas saat kelas 10 SMA dan kuliah dengan jurusan itu, tapi entah rasa penasaran untuk mengejar tetiba terkikis. Saya pun tidak terlalu paham kenapa bisa terkikis dan enggan mengejar cita-cita itu sehingga lulus kuliah saya lebih banyak drop cv atau lamaran pekerjaan di sebuah perusahaan hanya untuk sekedar public relation (PR), administrasi, atau hal lainnya yang masih ada sedikit berhubungan gelar sarjana ini. oh ya gelar saya sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) yang saya pikir dengan lulusan ini semua pekerjaan nyambung sehingga tidak khawatir melamar kemana pun.
Ngetik everytime/sifathlist

Sebulan, dua bulan, tiga bulan tidak ada lamaran yang gol ke perusahaan hanya sebatas pemanggilan interview dan beberapa kali nyaris kena tipu. Putus asa memang, karena muak dengan punya gelar sarjana pengangguran ini. Tapi entah jodoh atau bagaimana, datanglah informasi dari seorang teman satu kelas saat kuliah dan mendorongku untuk mencoba di pekerjaan yang selama ini saya pelajari di bangku kuliah. Saya sempat menolak, tapi sudah hopepless ingin bekerja dan menghindari gelar pengangguran. Akhirnya coba dan impian jaman SMA terkabul saya menjadi seorang wartawan di sebuah media mainstream.

Ok langsung saja, kembali pada pembahasan do what you love. Posisi saya saat ini tidak mencintai apa yang saya kerjakan. Ditambah seorang fresh graduation yang buta pengalaman. Ya dengan gemblengan yang mengerikan (saat itu) dan tidak punya teman sangat menyeramkan untuk melanjutkan pekerjaan ini. Tapi entah Allah selalu memberikan cara yang sangat pas takarannya dengan posisi nyaris putus asa ini. Akhirnya saya diberi jalan mendapatkan banyak sekali teman yang sangat baik dan care (saya tidak bisa menjelaskan secara detail kebaikan dari teman-teman, pokoknya Masya Allah nikmatnya dipertemukan dengan mereka).

Seorang tengah melihat dan membaca sejarah di Museum Kota Bandung/sifathlist

Nah dari pertemanan datanglah rasa care a la sahabat atau saudara gitulah, yang membuat saya mulai terbuka dengan pekerjaan ini. Inilah saatnya menyunting kalimat do what you love karena saya tidak berada pada posisi itu. Lantas bagaimana cara mencintai pekerjaan yang tidak dicintai. Maka mindset saya diputar. Saya mencoba menciptakan rasa suka tau mencintai pekerjaan ini. Mudah? Tidak semudah yang ditulis Ferguson. Setiap harinya saya berusaha untuk terbuka dan mencintai rutinitas ini, tugas ini, beban, rintangan dan lainnya. Gimana caranya? Yap sebentra saya tulis. Dengan cara mencintai teman-temanmu di lingkungan pekerjaanmu. Ya minimal yang tadinya cuek, bodo amat punya teman mau kagak, kali ini harus diubah dengan saya harus berteman baik dengan mereka agar mereka baik dan membuat saya nyaman menjalankan kesulitan pekerjaan ini.

Ya step by step ya. Sabar dan kamu harus punya prinsip kalau kamu pantas mendapatkan hak nyaman dan mencintai seperti teman-teman lainnya. Jangan lupa untuk selalu menanam kebaikan setiak detiknya dan terus berdoa kepada-Nya, agar yang orang-orang cuek, jutek, dan ngehe (nyebelin, red) bisa berbalik jadi baik dan care. Mencoba trik ini harus dengan keyakinan dan totalitas ya, jangan pilih-pilih semua harus kamu perlakukan dengan baik. Sabar dan terus sabar ya, karena sabar tidak ada batasnya. Kecuali kamu sudah tidak lagi berhapas.
Warga ikut serta membuat mural di Terminal Leuwipanjang, Bandung/sifathlist

Hasilnya bagaimana? Cerita dong? Kasih tau dong? Iya sangat berhasil. Sebagai informasi saja, saya menjalankan misi ini selama satu tahun an, lebih berapa harinya saya tidak hitung. Hanya saja setelah menanamkan kebaikan dan untuk aware kepada situasi dan kondisi apapun akhirnya saya merasakan yang namanya NYAMAN. Nikmat bener gaess, sumpah enggak bohong dan patut kamu syukuri kalau memang merasakan hal yang sama. Mereka yang cuek bebek, yang kaliatannya arogan, pelit informasi, sok banget itu hilang, yang ada ya udah bersama, kerja bareng-bareng seperti tidak ada masa lalu.

Satu lagi, kalau sudah nyaman, lengket, apapun sebutan lebay nya dan kamu udah tidak ada beban hidup lagi, jangan lupa bersyukur. Ingat-ingat, kalau kamu pernah membenci pekerjaan itu tapi malah happy ending, yey!. Pegang erat kebersamaan itu, jaga sikap, jaga lisan agar mereka yang sudah membuatmu nyaman tidak tersakiti oleh ucapan bodohmu. Hati-hati juga kepincut hati hahahaha. Enggak masalah sih namanya juga hati ya, siapa tahu jodoh yang sudah dipersiapkan Allah. Aamiin (semangat sekali mengaminkannya wkwkwkwk).
Seorang anak tengah menceritakan lukisannya/sifathlist

Oke, jadi tidak ada yang tidak mungkin. Semua bisa terjadi jika kamu yakin, mau usaha, dan pastinnya disempurnakan dengan doa. Jadi tidak harus kalimat Do what you love (ya baiknya sih begitu) kalau ceritanya seperti yang saya alami maka anda bisa coba cara saya. Yakni dengan menciptakan rasa cinta pada pekerjaanmu. Atau istilah terkenalnya love what you do. Yah semoga berhasil, tetap semangat. Kalau gagal bisa coba terus-menerus kalau udah enggak tahan dengan keadaan itu ya terserah, pilihan dan jawaban ada pada diri anda sendiri.

Note : foto agak enggak nyambung gapapa lah ya, maklumi saja. Tidak ada stok foto huhuhu. Terima kasih sudah mampir, komen kritik saran, mangga  😁

You Might Also Like

2 komentar

  1. Woooewwww inspiring

    ReplyDelete
  2. Semangat di tempat baru Fat, maafkan daku apabila aku pernah jutek, nyebelin dll.Jadi inget pertemuan pertama saat liputan di RSHS Bandung pas test Kesehatan Cagub dan Cawagub..

    ReplyDelete

Blog Archive

Adv

loading...