Kenapa Sih Males Naik Kendaraan Umum? Ongkos Lebih Mahal ya?

March 15, 2019

Masyarakat menaiki Bus kota Bandung/sifathlist
Tidak sedikit orang yang enggan untuk menggunakan kendaraan umum. Padahal sudah difasilitasi sedemikian rupa ditambah regulasi dalam rangka mengurangi kemacetan lalu lintas akibat kendaraan pribadi yang semakin hari membuat semrawut jalanan kota besar. Ya di negara berflower ini memang tidak bisa mengsimsalabim abakadabra kan secara instan. Semua butuh kajian dan proses dari pakarnya.

Lalu bagaimana, kalau kita tidak sabar karena terlalu lama menunggu realisasi dari kajian tersebut? Mulai dari diri kita sendiri. Untuk memulai atau coba-coba siih mudah, hannya konsistennya saja yang kadang kita muak dan memilih cara instan yang menguntungkan diri sendiri.

Naik kendaraan umum di beberapa kota besar ini masih terlalu minim peminatnya. Ya walaupun pemerintah sudah mulai menggerakan dan memfasilitasi moda transportasi massal tapi itu tidak cukup. Karena bukan hanya sekedar menghadirkan, launching, sudah saja ditinggalkan. Tapi pelayanan kurang baik, lama, hanya beberapa rute saja yang dilewati, dan ongkos yang masih sangat tinggi.

Kemacetan kota Bandung/sifathlist
Itu mungkin beberapa alasan masyarakat yang masih enggan untuk menggunakan kendaraan umum. Tapi patut diapresiasi juga bagi pihak yang terus berupaya mengurangi kemacetan di kota besar dan warga yang konsisten memilih kendaraan umum dalam menjalankan rutinitasnya. (tapi saya kira, ada alasan lain kenapa mau menggunakan kendaraan umum terlepas dari alasan di atas, karena tidak punya kendaraan pribadi). Tapi semoga saya alasan itu salah ya.

Dari beberapa alasan di atas, ongkos yang masih terlalu mahal menjadi fokus pembahasan saya kali ini. jadi pengalaman saya selama lima tahun di kota besar (Bandung) setiap harinya saya menggunakan kendaraan umum seperti angkutan umum (angkot), bus kota, Trans Metro Bandung (TMB), atau juga kereta api. Ya walaupun sejak adanya ojeg online terkadang saya pun menggunakan jasa ini untuk beberapa waktu yang memang tidak memungkinkan menggunakan kendaraan lainnya.

Lima tahun, kok betah pakai kendaraan umum? Pasti enggak punya motor atau mobil pribadi ya? Enggak bisa naik motor ya? Hahahaha… itu memang betul. Tapi sebelum datang ke Bandung saya pun sudah dibiasakan untuk menggunakan kendaraan umum, walaupun di rumah ada motor. (ini bukan mau sok sok an, Cuma niatnya sapa tau netijen ini mau ikut mencoba dan konsisten menggunakan kendaraan umum).
Kereta api/sifathlist
Enggak ah, mahal. Iya memang sih. Saya pun merasakan hal itu. Ada kutipan paragraf yang menjelaskan dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang Bandung mengeluarkan biaya untuk transportasi publik, 18 persen lebih mahal dan lebih lama dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Atau gini deh, kamu isi bensi Rp 20 ribu bisa buat 2-3 hari. Nah kalau yang paki kendaraan umum sehari saja bisa lebih dari Rp 20 ribu. Sedih.

Kita semua pengguna kendaraan umum maunya yang murah meriah alias murmer, kalau bisa gratis wkwkwk. Berharap pemerintah mendengar setiap keluh kesah kita sehingga mencarikan solusi yang terbaik. Tapi kita juga harus konsisten dan mau membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan. Intinya saling mendukung dan menguntungkanlah ya.

Bagaimana caranya konsisten? Iya dicoba saja. Pertama ikut partisipasi dalam rangka mengurangi kendaraan di jalan. Kedua mengurangi polusi. Ketiga mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas (ya walaupun kita tahu naik kendaraan umum juga bisa saja terjadi kecelakaan) dan lainnya. Oh ya, satu lagi deh. Sejenak renungkan ketika semua orang termasuk kita menggunakan kendaraan pribadi. Lalu bagaimana nasib dari para sopir angkot, bus kota, tukang becak juga saya masukan. Bayangkan kalau semua beralih ke kendaaan pribadi mereka makan apa, bayar sekolah anak bagaimana? Bayar cicilan kontrakan bagaimana?
Bus wisata ''Bandros"/ sifathlist
Kan Allah udah ngasih rezeki untuk umatnya? Iya itu benar tapi sapa tahu rezeki-Nya itu  datang melalui tangan kita dengan menggunakan jasanya sebagai sopir. Terus bagaimana rezeki perusahaan, daler motor, abang ojol atau opang, tukang parkir kalau kita semua pakai kendaraan umum? Iya saya tidak bisa jelaskan lebih detail karena ilmu saya belum sampai. Hanya saja, hal itu tidak perlu dikhawatirkan, secara saat ini setiap rumah pastinya punya kendaraan bahkan lebih dari satu jadi pasti sewaktu-waktu akan dipakai. (kamu gimana sih, jadi dukung gerakan naik angkot atau kendaraan pribadi) ya, pokoknya yuk kita kurangi kemacetan gitu saja inti dari tulisan ini (maaf bacanya jangan pakai intonasi ngegas ya 😆😆😆).

*Kalau sekiranya ada yang kurang pas dalam tulisan ini, mangga tinggalkan komentarnya 😄

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...