Antusias Masyarakat Indonesia, Pagi-Pagi Nyoblos di TPS

April 17, 2019

Pesta Demokrasi adalah momen yang paling ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah hajat dalam menentukan pemimpin pilihannya. Kali ini, masyakarat begitu antusias dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pasalnya, angka partisipasi pemilih 2019 meningkat dari pemilihan presiden sebelumnya. Terlebih peran dari generasi muda atau milenial ini sangat menentukan.

Para pemilih tetap Pilpres dan Pileg 2019
di TPS 13/sifathlist
Pilpres 2019 ini pun dibarengi dengan pemilihan legislatif sehingga tidak hanya para calon presiden dan wakilnya saja yang muncul melainkan para tokoh atau calon daripada masing-masing partai pun bermunculan serta mengkampanyekan diri kepada masyarakat Indonesia. Tujuh bulan sudah kami bangsa Indonesia berpartisipasi dalam meyakinkan diri untuk memilih salah satu dari dua pasangan capres dan cawapres yakni paslon 01 Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin dan paslon 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno.

Oke, Hari ini Rabu, 17 April 2019 sebagai hari libur nasional karena masyarakat Indonesia (yang masuk kriteria dan terdata) wajib menentukan pilihan di bilik suara. Kenapa saya sebut wajib, karena ini adalah hajat kita semua untuk Indonesia yang lebih baik di lima tahun berikutnya. Jadi jangan jadi golongan putih (golput) ya, karena memilih itu asik.

Menunggu panggilan
di TPS/sifathlist
Dan deng-deng, sebelum pukul 07.00 WIB TPS dibuka, masyarakat di beberapa wilayah begitu antusias menghadapi pesta demokrasi ini. Masyarakat sudah berdatangan sebelum TPS dibuka, ini adalah suatu hal yang harus diapresiasi, kenapa? Iya artinya masyarakat begitu peduli dengan negara ini, dan optimis para calon yang akan terpilih mampu merealisasikan janji-janji manis dan memperbaiki program-program yang dinilai masih buruk.

Iya urusan sembako, harga listrik, BBM, lapangan kerja, pendidikan, perekonomian, infrastruktur, dan banyak lainnya menjadi perbincangan selama ini. Maka para calon ini terus berlomba dalam menyuarakan visi dan misi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Anti golput/sifathlist
Oh ya, pagi ini saya turut menjadi masyarakat yang anti golput. Ini kedua kalinya saya ikut memilih kepala negara. Tapi tahun ini begitu luar biasa, karena masyarakat antusias dari pemilu pemilu sebelumnya. Perlu diketahui, para perantau pun rela berdesak-desakan di Stasiun, Terminal, Bandara untuk bisa menyoblos di kampung halaman. Wah, saya merasakan karena kermarin pun saya pulang ke rumah H-1 Pilpres, dan ini sama kaya orang mau mudik saat lebaran.

Pokoknya begitulah, bahkan informasi di beberapa stasiun hingga malam sebelum pencoblosan masih banyak penumpang yang belum terangkut. Cerita teman pun dia rela ngetrek atau numpang di mobil truck karena saat itu sudah tidak ada angkutan umum. Yaaa tepuk tangan deh buat kita semua, enggak apa-apa repot-repotan dulu daripada nyesel enggak nyoblos terus uring-uringan lima tahun lamanya.

Seorang panitia membantu warga
yang tengah sakit/sifathlist
Oke baiklah, pagi ini saya nyoblos di TPS 13. Ya TPS ini enggak pernah berubah dari panitia dan konsepnya (bahkan tidak dikonsep deng) yang penting bisa buat nyoblos. Kalau di wilayah lain banyak yang unik karena TPS nya punya tema misal di Bandung ada tema Tionghoa, terus di Jatim ada tema hantu, pokonya masih banyak lagi deh yang unik unik gitu. Tapi walaupun TPS enggak punya tema atau konsep, partisipasinya mantul betul, pagi-pagi udah ngantri sambil mendengarkan arahan dari panitia KPPS.

Point pentingnya bukan cuma partisipasi meningkat tapi juga jadi ajang silaturahim. Yang biasanya ketemu pas belanja ke warung atau undangan, sibuk kerja, jadi anak rantauan, di hari ini semua tetangga, teman sekolah yang nyaris enggak pernah tegur sapa secara langsung kini bisa bertatap muka dan ngobrol. Yeahhh, senang sekali, asikkkk.

Warga yang sudah memilih harus
mencelupkan jari ke tinta di TPS/
sifathlist
Obrolan pembuka, “Bu ini surat suaranya ada berapa? Katanya lima lembar dan harus dicoblos semua ya?” “Saya bingung mau pilih siapa, calegnya enggak ada yang kenal” “Saya juga bingung, takut enggak bisa nilep surat suaranya, kan itu gede banget” ehhh ujung-ujungnya ngobrol ngalor ngidul sambil cekikikan dengan kekonyolan spontan di TPS.

Nah, ternyata kekhawatiran yang diungkapkan masyarakat terjadi. Yang jadi pusat perhatian dan canda tawa adalah ketika seorang warga yang sudah punya cucu ini, membuka lima lembar surat suara dengan selebar lebarnya. Bahkan layaknya baca koran deh, ehh taunya dia gitu karena kesulitan merapikan surat suara itu seperti semula hahahaha (padahal tinggal ikutin lipatannya aja ya wkwkwk).

Warga terus ramaikan TPS/sifathlist
Tak sedikit warga yang sudah nyoblos, malah pilih berdiam diri di TPS sambil menunggu penghitungan. Wah keren kan. Ini artinya masyarakat begitu antusias terlibat dalam pesta demokrasi ini. Soal siapa yang menang dan terpilih, itu urusan belakangan. Toh semua memilih , semua kita serahkan kepada panitia atau penyelenggara yang diharapkan jujur dan amanah serta pastinya diserahkan kepada Tuhan yang Esa, Allah SWT.

Pilpres 2019, Sukses.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...