Menyeberang Laut Pakai Kapal Feri, Asyik lho. Yuk coba!

April 09, 2019

Seorang penumpang kapal feri tengah mengabadikan momen di lantai teratas/sifathlist

Setelah mereview soal bagaimana caranya singgah ke Lampung menggunakan transportasi umum, kini saya akan mereview soal kapal Feri. Bagi yang sudah biasa bolak balik menyeberang mungkin sudah biasa melihat keindahan dalam posisi di tengah laut. Tapi bagi yang baru sekali atau bahkan belum sama sekali pastinya penasaran.

Ketika itu, saya bertolak ke Lampung dan dan posisi saya ada di Jawa Barat. Maka secara otomatis saya harus menyeberang dari pulang Jawa ke Sumatera. Saya bertolak ke Lampung tidak hanya untuk menyeberang laut saja, melainkan ada rencana lain seperti mengunjungi Museum Lampung dan jalan-jalan ke tempat yang hits di sana.
Pelabuhan merak/sifathlist
Saya tiba di Pelabuhan Merak dan memasuki area pemesanan tiket. Gedung pelabuhan ini Nampak baru dibangun atau direnovasi, karena memang terlihat sangat mulus. Bahkan masih banyak space atau ruang kosong di lantai 2. Oh ya toiletnya pun masih bersih, ya semoga tetap bersih seperti itu agar nyaman dan tidak kapok.

Ceritanya sudah masuk ke Kapal Feri nih. Kami (penumpang) berangkat pukul 15.30 WIB. Saya langsung bergegas mencari tempat duduk. Karena saat itu berlayar sendiri jadi kurang asyik karena tidak ada yang mau memfotokan, kalau pun ada ya terbatas. Tapi Tuhan mengabulkan doa saya untuk mengabadikan momen. Iya saya bertemu teman baru di kapal, Lengsing namanya. Dia siswi SMA kelas 1 di daerah Pagar Alam, Sumatera.


Penumpang berswafoto
di tas kapal/sifathlist
Akhirnya kami bertegur sapa yang berkeliling kapal feri. Pasti capek dong? Enggak kok malah perjalanan dua jam di atas kapal tidak terasa, padahal kita bener-bener keliling kapal dari lantai dasar hingga paling atas. Kita bergantian berfoto dengan background kapal dan laut.

Waktu di atas, kita tidak sengaja mengintip ruangan nahkota atau disebutnya ruangan anjungan. Ada dua petugas di sana. Entah mereka itu memperhatikan kami yang terlihat penasaran ruangan tersebut, akhirnya kami di panggil seorang petugas dan mempersilakan kami masuk melihat ruangan yang dijadikan tempat nahkoda.

Seorang penumpang tengah memperhatikan nahkoda yang sedang bekerja/sifathlist
Wah, sangat sangat senang. Di dalam seorang nahkoda yang mengemudikan kapal feri ini dan petugas lainnya yang berkomunikasi menentukan titik koordinat (entah apa namanya). Saya begitu antusias melihat raungan tersebut, sangat rapi dan nyaman. Hanya saja begitu banyak tombol yang entah saya tidak tahu fungsi satu per satunya.

yang pastinya itu tombol berfungsi semua. Selain tombol, juga ada teropong, setir (kaya setir mobil cuma ukurannya kecil), cctv, dan monitor cctv kapal feri.


Saya dan Pak Tri/sifathlist
Saya manfaatkan momen ini, tidak hanya dengan berswafoto tapi juga sambil sedikit bawel Tanya-tanya kepada petugas. Ya lumayan lah dapat ilmu baru. Bapak petugas yang tengah mengendalikan kapal bernama Tri (duh bapak ini enggak mau nyebutin nama panjangnya) umurnya sekitar 35 tahunan lah ya.


Seorang tengah menikmati
pemandangan laut/sifathlist
Asyik banget buat diajak ngobrol. Perlu diperhatikan, ssbelum diajak ngobrol, Tanya dulu apa sedang sibuk atau enggak, karena khawatir mengganggu kerja si bapak. Yas, saat itu sedang nyantai tapi tetap fokus sambil komunikasi dengan pekerja lainya dalam menentukan arah dan titik koordinat si kapal dengan tulisan besar NEOMI dan di bawahnya NAV. BRIDGE DECK 5.

Menikmati pemandangan/sifathlist
Soal pemandangan jangan ditanya deh, Ciptaan-Nya emang selalu mengagumkan, Amazing deh. Hanya saja, di jam antara siang dan sore harus tahan panas. Secara di tengah laut matahari begitu terik, tapi tidak masalah karena ketika cuaca bagus kamu akan menemukan keindahan yang lebih di laut. Sinar matahari sedikit condong di Barat dan memantul di laut, yang menghasilkan
warna yang sangat indah.

Kamu juga akan melihat banyak kapal-kapal besar di tengah laut yang juga tengah membawa penumpang ke dermaga. Terlihat juga pulau-pulau. Aku sih penasaran sama yang namanya anak krakatau yang katanya masih erupsi. Tapi entah yang mana anak Krakatau itu, saya tidak tahu.


Suasana laut di pagi hari/sifathlist
Dua jam perjalanan laut, kapal akan bersandar di dermaga. Sebelum bersandar para penumpang akan diinformasikan untuk bersiap-siap untuk kembali baik ke mobil, motor, atau mendekat di pintu keluar. Sehingga ketika kapal bersandar semua penumpang bisa langsung keluar. Oh ya di pelabuhan Bakauhuni akan terlihat ikon Lampung dari kejauhan dimana ada Siger Besar berwarna emas (kata pak sopir itu klenteng). Sampai deh di Pulau Sumatera.

Bonus video nih

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive