Hari Buruh Internasional, Pekerja Kembali Bersua

May 01, 2019

Para buruh berorasi di depan Gedung Sate, Jabar/sifathlist

Siapa yang tidak tahu dengan sebutan Mayday yang diperingati tiap 1 Mei ini. Momen hari buruh internasional yang merupakan harinya para buruh atau orang tengah bekerja dibawah kendali para big bossnya ini sedangs menyuarakan aspirasi hak-haknya sebagai pekerja. Hak di sini variatif, ada hak materiil, hak perlakuan, hak dilindungi, dan lainnya.

Pagi tadi, saya menyempatkan diri untuk melihat secara langsung, ribuan buruh se-Jawa Barat berdemo di Kota Bandung. Sebut saja, Titik orasi yaitu di depan Gedung Sate dimana ini adalah kantor dari Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil. Tidak ada yang berbeda sebetulnya, Mayday tahun ini dengan tahun sebelumnya. Para buruh tetap fokus meminta hak-haknya terpenuhi.
Oh ya perlu diketahui juga, bahwa massa bergerak daari titik kumpul sejak pukul 09.00 WIB di Monumen Perjuangan (Monju) Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipati Ukur Bandung. Semua mengenakan dresscode sesuai dengan serikat buruh yang diikutinya.

Mayday Jadi Ajang Berkumpul Keluarga dan Piknik


Ibu yang menggendong anaknya saat acara Mayday/sifathlist

Setiap coordinator serikat berorasi di atas mobil komando, sebagian besar buruh yang hadir mendengarkan dan menyetujui apa yang disuarakannya. Dengan seruan setuju, setuju dan dimeriahkan dengan yel-yel penyemangat juga tidak kalah menariknya bendera-bendera begitu berkibaran di depan Gedung Sate yang dipengan para buruh. Namun siapa sangka ada juga beberapa buruh yang lebih memilih mencari tempat persembunyian dari sengatan teriknya matahari siang tadi.

Bahkan juga ada pemandangan yang kerap menjadi momen di hari buruh selain demo, yakni piknik. Iya, per 1 Mei adalah hari libur nasional. Jadi walaupun harus beraksi dengan berdemo juga dimanfaatkan para orang tua untuk mengajak anak-anaknya jalan-jalan.

Buruh berteduh di bawah
pohon/sifathlist


Jadi tadi tuh, sekitar jam 11.00 WIB, saya tengah menemani teman yang masih kerja di tanggal merah (cian kan? Tapi itu sudah tugasnya). Terus kita berdampingan dengan beberapa buruh baik Ibu-Ibu maupun Bapak Bapak buruh yang mengajak anaknya ikut bergabung memeriahkan mari buruh. Saya yakin, para orang tua ini galau tingkat dewa antara pilih aksi atau piknik dengan keluarga. Jadi begitulah karena enggan memilih maka keduanya dilakukan secara bersamaan (keprok).

Cuma kasian juga sama istri dan anaknya yang dibawa saat Mayday, pastinya mereka juga ikut longmarch dari titik kumpul ke titik orasi. Panas-panasan dan bawa barang perlengkapan anak yang cukup banyak. Duh ingin ku pijitin deh itu Ibu-Ibu yang gendong anak bayi dengan gembolan (barang) banyak. Tapi harus tetap ada hikmahnya karena bisa Quality time sama keluarga dan sesama buruh. Yeyy.

Ricuh,  Diduga Ada Penyusup


Massa aksi Mayday/sifathlist

Para buruh tengah merayakan harinya secara internasional dengan suka cita. Berkumpul, bertegur sapa, berdiskusi, bertemu dengan teman lama, berpapasan dengan mantan, dan banyak lainnya dalam satu acara. Namun acara tahunan ini ternodai dengan adanya oknum puluhan pemuda berbaju serba hitam dari mulai penutup kepala, penutup wajah, baju, celana, dan sepatu, yang dikabarkan diduga hendak menyusup. Wah bahaya ini, apalagi ini si hitam-hitam mayoritas adalah pemuda berusia 15-25 tahunan.

Setiap Mayday mereka selalu ada, begitupun tahun lalu, saya pun turut menyaksikan mereka ikut bergabung dengan buruh. Bersyukurnya, tahun lalu tidak ricuh hanya melakukan vandalisme di banya fasilitas umum. Namun tahun ini juga disertai ricuh, videonya sempat viral si media social dan Whatsapp group ketika puluhan pemuda hitam-hitam ini melakukan vandalisme dan aparat keamanan menejarnya untuk diamankan. Enggak perlu dijelasinkan ya, itu ricuhnya begimana, bisa lihat di video yang tersebar saja, tapi ingat jangan terprovokasi dan termakan hoaks. Baca keterangan foto dan croscek juga di portal berita ya.

Mayday Tanggal Merah, Tapi Masih Banyak Buruh yang Harus Kerja


Seorang wartawan sedang bekerja meliput Mayday/sifathlist

Karena tanggal merah, dan momennya buruh internasional maka harus dirayakan. Ada yang ikut demo, piknik bareng keluarga, shopping, beres-beres rumah, bahkan ada juga yang cuma tiduran di kasur sambil stalking mantan eaaa. Jadi kamu buruh yang beraktivitas yang mana nih? kalau jawab cuma dituran pasti kamu jomblo ya? Jangan marah saya pun jomblo ya mblo.

Kamu yang ngedumel, ngomel-ngomel enggak karuan harus tahu dan bersyukur dikasih jatah libur satu hari. Karena masih ada lho beberapa profesi yang kudu (wajib) kerja di hari itu. Yap salah satunya Wartawan atau Jurnalis. Mereka yang bekerja di media terkhusus si anak lapangan, tanggal merah masuk itu hal yang sudah biasa.

Karena bagi mereka libur adalah hal yang mustahil. Semua harus tahu, profesi ini enggak punya jam kerja jadi fleksibel. Enak dong? Iya enak, kerjanya 7x24 jam. Kapapun dan dimanapun kalau kantor sudah menugaskan kamu wajib melaksanaken. Nolak aja sih, bisa kan. Bisa banget kamu tolak tugas itu, tapi kamu harus keluar dari pekerjaan ini. Sadis. Bukan sadis itu memang tuntutan dan kesepakatan yang telah kita tandatangani.

Diantara buruh, pedagang, ada wartawan sedang bekerja/sifathlist

Tapi Wartawan juga termasuk buruh lho, jadi kalau tadi saya lihat ada organisasi media yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung turut menjadi peserta aksi buruh. Mereka menyuarakan hak-haknya dan uniknya semua wartawan yang turut serta membawa sebuah pamphlet yang unik dan memang benar-benar terjadi pada diri kita.

Jurnalis butuh disayang bukan ditendang” “Kerja 24 Jam enggak ada duit lemburGaji kecil enggak bisa ngemallPerjuangin nasib orang lain bisa, perjuangin nasib sendirienggak bisa” dan banyak lainnya.

Sedikit mereview orasi salah satu buruh di atas mobil komando, yakni soal hak-hak pekerja wanita. Soal cuti haid. Ya selama ini belum banyak perusahaan yang memberi cuti haid untuk buruh wanita. Padahal itu adalah kita sebagai wanita. Kalau kakak saya sih, dia enggak dapat cuti haid tapi diduitin deh itu per bulannya ada bonus gitu. Enggak besar pokoknya. Kenapa kita harus memperjuangkan hak itu, ya hanya wanita yang tahu rasanya kalau sedang haid, apalagi hari pertama, kedua, dan ketiga, yang lagi ngocor-ngocornya tuh. 

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...