Jangan Abaikan Adab Berkunjung ke Tempat Ibadah

July 01, 2019

Masjid Bandung/sifathlist


Baru-baru ini viral sebuah video seorang Ibu masuk masjid membawa seekor anjing. Kemudian ditegur oleh beberapa jamaah yang bermaksud untuk mengingatkan untuk tidak membawa masuk anjingnya tersebut. Bahkan anjingnya tersebut dilepas dan bebas menginjak karpet masjid itu. Tak hanya itu, si Ibu juga masih menggenakan alas kaki (sandal) yang seharusnya dilepas di area batas suci. Dalam video tersebut terlihat adanya cekcokan alias adu mulut antara Ibu dan jamaah yang menegur.

Dalam pengakuannya dia bukan seorang muslim dan berkata akan ada yang menikah di masjid itu. Namun belakangan dikabarkan Ibu itu mencari suaminya yang akan menikah di sana tapi hal itu tidak benar dan tidak ada yang akan menikah. Lalu kejadian tersebut ditangani pihak penegak hukum setempat.

Jadi begini, setiap manusia terkhusus di Indonesia berhak memilih atas agamanya sesuai dengan yang diakui oleh pemerintah. Sebagai negara yang memiliki beraneka ragam agama, kepercayaan, ras, suku, bahasa, dan lainnya seharusnya hal ini tidak terjadi karena sejak dulu kita diajarkan dan terbiasa untuk toleransi. Tak hanya dalam sebuah negara dalam agama pun diajarkan soal toleransi dan saling menghargai. Jadi sungguh disayangkan kejadian tersebut terjadi di negara yang penuh dengan toleransi.

Kalau anda semua tahu adab bertamu maka pastinya anda paham soal berkunjung ke tempat ibadah. Baik Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha, Hindu, Kong Hu Cu. Setiap tempat Ibadah memiliki aturan untuk menjaga kesuciannya.

Nah dalam kasus ini, alas kaki si Ibu seharusnya di lepas di batas suci karena ini adalah tempat untuk salat. Terlebih si Ibu membawa anjing, di mana bagi muslim itu haram untuk dimakan dan najis jika disentuh atau tersentuh terkhusu air liurnya. Jadi kenapa jamaah itu menegur si Ibu karena menjaga kesucian dari tempat ibadah itu.

Secara otomatis karpet yang sudah terinjak anjing ini dikatakan kotor, juga dikhawatirkan jika anjing itu kencing atau terdapat kotoran yang menempel di badannya atau air liurnya menetes ke karpet sehingga berakibat najis. Maka tidak sah untuk beribadah karena salah satu adab beribadah yakni suci baik dari badan maupun tempatnya.

Saya yakin si Ibu sebenarnya tahu soal adab ini, namun entah kenapa atau dalam keadaan bagaimana berani melanggar aturan tersebut. Khawatir saja, ketika salah satu jamaah (yang menegur) si Ibu malah disalahkan karena adanya berbeda persepsi ketika melihat video viral. Jadi sebagai negara dengan beragam macam agama harusnya kita bisa saling menghargai dan menaati aturan tersebut agar hidup rukun.

Sekedar mengingatkan adapun adab memasuki masjid diantaranya, berpakaian sopan, masuk kaki kanan dan keluar kaki kiri, jaga kebersihan, jaga ketenangan masjid, dilarang lewat di depan orang salat, jaga lisan, dan sopan santun. (Jika ada yang terlewat, pembaca bisa tambahkan di kolom komentar).

Gerbang Batu Bolong/sifathlist

Jadi teringat ketika saya berkunjung ke Pura Batu Bolong, Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Kala itu saya bersama rombongan berkesempatan untuk mengunjungi tempat ibadah umat Hindu. Namun ternyata di sana sama memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. “Pengunjung yang sedang haid tidak diperkenankan masuk ke dalam area Pura Batu Bolong”. Nah saat itu saya tengah haid hari kedua, sehingga saya tidak boleh masuk. Kemudian pengunjung pun wajib menggunakan selendang warna yang diikatkan di pinggang.

Saat itu saya sengaja menunggu di depan gerbang pintu masuk dan keluar Pura Batu Bolong. Terdapat batu dan patung kepercayaan umat Hindu. Saya sambil mengobrol dengan salah satu pengurus Batu Bolong. Saya penasaran kenapa orang yang sedang haid tidak boleh masuk ke sana. Lalu pengurus pun menjelaskan secara detail baik dari adab maupun mistis.

Patung di area Batu Bolong/sifathlist

Dari segi mistis, alasan perempuan yang tengah haid tidak boleh masuk karena ada beberap kejadian dimana si pengunjung kerasukan arwah. Ketika pulang dia kesakitan dan merasa ada sesuatu di dalam tubuhnya. Sudah berobat ke rumah sakit namun tidak kunjung sembuh kemudian diselidiki bahwa dia diikuti oleh makhluk gaib. Kemudian dibawa dan diobati langsung di Batu Bolong oleh sesepuh atau orang yang dipercaya (saya lupa sebutannya). Itulah syarat dan cara pengobatannya. Walaupun akhirnya nyawa perempuan itu tidak tertolong.

Jika anda tidak percaya soal cerita mistis itu, setidaknya anda memahami dari segi adab, ini sama seperti masuk masjid. Di masjid orang harus suci, dan menjaga lisan. Begitupun di Batu Bolong, karena di area ini ada merupakan tempat ibadah umat hindu, yang mana di dalamnya terdapat beberapa pura yang harus dijaga kesuciannya. Pada intinya semua tempat ibadah memiliki aturan dan adab maka sebagai tamu harus menghargai dan menghormati ketentuan tersebut.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...