Nyinyirmu Bisa Membunuh Temanmu

July 21, 2019

Berteman/sifathlist

Kalimat nyinyir, olokan, menjatuhkan ini sangat berpengaruh bagi seseorang. Sebab kata ejekan itu sangat mempan membuat orang putus asa dan tidak bergairah untuk menggapai. Kata menjatuhkan banyak sekali versinya baik dari orang tua kepada anak, teman, kepada teman, omongan tetangga hingga komenan pedas netijen yang mampu menembus batas keputusasaan seseorang.

Saya yakin sebagian manusia di muka bumi ini pernah mengalami tidak semangat belajar karena direndahkan. Nilai matematiika, fisika, kimia, inggris jeblok sudah dicap sebagai siswa bodoh.

Bukan hanya ejekan teman bahkan orang tua pun ikut menyalahkan anaknya tanpa mencari solusi yang terbaik. Padahal ada satu pelajaran yang nilainya mendekati sempurna seperti ilmu sosial atau seni. Ya mereka menganggap mata pelajaran tersebut tidak termasuk klasifikasi siswa berprestasi jadi biasa saja dan tidak istimewa.

Padahal sebagai orang tua harus paham, setiap anak memiliki potensi dan daya tarik sendiri. Misal nilai matematika jelek tapi nilai seninya sempurna. Seharusnya didukung dan difasilitasi. Siapa tahu itu adalah salah satu pintu sukses anak tersebut di masa yang akan datang.

Nilai matematika, ipa, bahasa inggris memang masih menjadi fokus para orang tua soal kriteria siswa berprestasi bahkan dunia sudah modern pun masih menganut kepercayaan seperti itu. tidak ada yang salah sebenarnya, memang semua ornag tua ingin anaknya berprestasi di bidang akademik tapi orang tua jangan egois juga sama kemampuan anak.

Kemudian di lingkungan masyarakat, sering kali ada oknum tetangga yang nyinyir karena itu A tidak sukses seperti orang tuanya. Ya orang tua sukses jadi ukuran kita untuk menggapai suatu yang lebih. Padahal mereka tahu jalan sukses dan kehidupan sudah dalam skrenario-nya. Siapa sih yang mau gagal? Siapa yang nggak mau sukses? Cuma ya digapainya tidak semudah menyinyir.

Atau seringnya, seorang pemuda yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke bangku kuliah tapi harus menganggur dulu beberapa bulan malah jadi buah bibir. Iya sih, pasti malu juga udah dapat gelar tapi jadi pengangguran. Tapi bukan itu yang mereka bahas tapi soal cost pendidikan.

“kasian amat sih si itu, udah dibiayain mahal-mahal sekolah ke kota tapi jadi kerjaannya nggak nentu. Mending si dia yang lulusan SMP tapi sukses kerja di pabrik dapat gaji gede” “Ngapain sih sekolah tinggi tinggi kalau akhirnya Cuma jadi tukang jualan baju online shop” “Kalau mau jadi tukang nulis mah enggak usahlah sekolah sampai kuliah, kan dari SD sampai SMA pun udah diajarin” “Kuliahan tapi kok gajinya gedean yang lulusan SMP haha” “Kuliah tetap aja ujung-ujungnya kerja di pabrik”

Masih banyak pernyinyiran yang diciptakan oleh para tetangga. Kadang bersikap bodo amat lebih baik daripada meladeni omongan menjatuhkan itu. Tapi kalian harus tahu, sekali dua kali dinyinyirin mungkin akan dimaafkan atau dijadikan bahan evaluasi, motivasi agar lebih baik dan bermanfaat lagi. Kalau sering bagaimana? Bisa saja kalau dia terpuruk, putus asa, tidak semangat, tidak bergairah untuk bersosialisasi, menyendiri, mengasingkan diri, bahkan parahnya berpikir untuk mencoba bunuh diri.

Ini bukan cerita mengarang, tapi ini terjadi di kehidupan kita. Hanya saja tidak semua terungkap. Merasa diri ini sangat tidak dibutuhkan, tidak bermanfaat, maka mengakhiri hidup adalah jalan terbaik dalam pikiran kalutnya. Maka tolong, hindari kalimat menjatuhkan, mengolok-olok orang, membully, nyinyir karena itu akan berdampak negatif. Nyinyirmu bisa membunuh temanmu.

Selain itu, dilingkungan kerja atau teman kantor. Ada yang suka merasa lebih baik daripada orang lain? kerjaannya lebih bagus daripada rekan kerjanya atau mengejek kerjaan teman di depan bos? Itu pun terjadi. Terkadang kita kalau sudah diberi kesuksesan atau kemudahan dalam mengerjakan sesuatu muncul sifat angkuh. Merasa paling keren, paling sukses, dan diandalkan. Kemudian merendahkan teman dengan perkataan dan sikap yang kurang sopan.

Tolong, saya mohon hindari kebiasaan seperti itu. karena kita tidak pernah tahu kapan kita juga akan berada di tempat orang yang sedang rendahkan. Kehidupan seperti roda, selalu berputar. Hari ini kamu sedang di atas, sewaktu-waktu pasti akan turun. Turun naik itu suatu siklus dalam kehidupan yang membedakan hanya soal menyikapi keadaan itu serta rasa syukur yang tidak pernah putus.

Saya berbagi cerita seperti ini, karena pernah mengalami dan melihat langsung orang terdekat diperlakukan seperti di atas. Mereka yang sabar, semangat, termotivasi, ulet, rajin, dan memanfaatkan kesempatan tidak selamanya seperti itu. Ada yang mampu bertahan seperti itu (sabar) akan lebih baik. Tapi kalian juga harus berkontribusi dalam membantu teman-teman kalian mencapai kesuksesan. Minimal tidak nyinyir dan disambung dengan doa yang terbaik. Insya Allah, apa yang telah kalian doakan kepada mereka malaikat senantiasa mendokan kembali kebaikan kepadamu.

Bagi kamu yang sedang putus asa karena merasa tidak bermanfaat, tolong bangun. Jangan duduk santai apalagi terus bermimpi di atas kasur. Kamu harus bangkit. Buktikan kamu bisa sukses sesuai dengan minat, keuletan, kerja keras, dan doa kedua orang tuamu. Sukses akan datang pada waktunya. Iya waktunya ini bisa kamu atur sendiri mau dipercepat atau diperlambat. Semua jawaban ada di kamu. Semangat terus pokoknya, jangan minder. Yakin kamu bisa sukses seperti yang lain.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive