Liburan Menantang, Solo Traveler di Stone Graden Padalarang

August 15, 2019

Stone Garden Padalarang/sifathlist

Stone Garden atau taman batu ini merupakan destinasi alam yang memperlihatkan bentangan lahan luas dan dihiasi banyak sekali bebatuan seperti jenis koral. Berdasarkan cerita, bebatuan ini muncul karena dulu Bandung merupakan danau.

Lokasi Staone Garden terletak di Kampung Girimulya Desa Gunung Masigit Barat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat. Dengan luas sekitar 2 hektar dan terletak di ketinggian 908 mdpl.

Dengan tiket masuk Rp 8.000 per orang, pengunjung akan disuguhi keindahan alam dan panorama yang indah. Diantaranya hamparan pesawahan, gunung kapur, dan susunan rumah warga sekitar Padalarang ini.

Oh ya, saya dengan sengaja datang dari Kota Bandung ke Padalarang sendirian. Ya namanya juga solo traveler ya gitu wkwk. Lokasi tiket dan stone garden ini terbilang lumayan, jadi pengunjung masih harus berjalan ke atas. Masuk melalui gerbang kecil yang kanan kirinya warung.

Ikuti saja jalan yang disusun dengan bataqo tersebut sampai menemukan pos informasi. Di sana ada spot foto dengan latar belakang bebatuan yang sudah ditambahkan dengan tulisan Stone Garden.

Anak tangga di stone garden/sifathlist

Kemudian langsung ke atas. Menaiki anak tangga dari bebatuan. Jangan khawatir ini pun ramah untuk anak-anak, karena pengelola sudah membuat jalan berupa anak tangga dari bebatuan maupun tanah, ditambah dengan pegangan sehingga aman.

Waktu itu, cuaca sedang terik teriknya. Di atas 30 derajat celsiusnya musim kemarau. Saya cukup kewalahan karena saya tiba ketika matahari tepat di atas kepala. Akhirnya saya istirahat sejanak untuk meneduh di saung. Hanya ada beberapa pohon ukuran sedang namun tidak rindang. Gersang. rumput menguning lesu terbakar matahari.

Namun fasilitas saung yang terbuat dari bambu dengan atas jerami menjadi penyelamat. Ketika cuaca terik bisa santai dulu di sana. Tapi  angin semilir masih terasa menyejukkan. di sana pun kadang ada monyet yang tengah berkeliaran tapi tidak banyak. Kala itu hanya satu ekor yang tengah menunggu diberi makan oleh pengunjung.

Saya mulai mengamati sekitar. Saya melihat hamparan batu koral yang dominan berwarna putih keabu-abuan, atau diantaranya agak coklat. Takjub. Saya pertama kali ke sini, karena sebelumnya hanya wacana dan penikmat foto batur.
Saung di stone garden/sifathlist

Kemudian di seberang sana terlihat gunung kapur dan dibawahnya ada hamparan sawah. Sedangkan di sisi lain terlihat beberapa susun rumah warga.

Perlu diketahui, ternyata gunung kapur itu tidak diam. Gunung kapur tersebut dikeruk sehingga kontras sekali bagian gunung yang telah hilang. Beberapa alat berat seperti mobil beko terlihat sedang asik memindahkan hasil kerukannya. Asap tebal dari pabrik pengelola pun begitu mengepul ke udara.

Jadi ketika ke Stone Garden, jika kalian melihat kabut agak hitam di sekitar itu bukan kabut melainkan asap yang dihasilkan  dari pabrik pengelola gunung kapur. Saya anggap polusi. Saya mulai penasaran sehingga menggerakan kaki ke puncak Panyawangan. Ini bebatuan paling tinggi sepertinya.
Puncak Panawangan/sifathlist

Dari atas puncak Panyawangan kamu bisa lihat panorama secara menyeruluh, baik gunung kapur, pesawahan, rumah warga, dan bukit. Lengkap. Namun harus diperharikan harus hati-hati dan lihat setiap pijakannya.
Pengunjung/sifathlist

Yang paling penting sebagai solo traveler, selain jaga diri, persipaan, itenerary, juga wajib dokumentasikan. Jepret semua yang menurutmu menarik dan nyeni.

Sendirian susah buat foto diri, kalau selfi pun pemandangannya tidak terlihat

Nah kamu bisa minta tolong kepada orang lain untuk dua kali jepretan. Kalau enggak mau meropotkan orang, kamu bisa membawa tongsis. Tapi tips dan yang sering saya lakukan ketika solo traveler adalah minta bantuan orang lain atau manfaatkan timer.

Foto a la timer/sifathlist

Di Stone Garden, saya memilih memanfaatkan timer di kamera ponsel. Saya atur terlebih dahulu dari jeda waktu dan angle foto agar hasilnya maksimal. Gunakan alat sekitar seperti celah batu, kayu, rumput, atau tas yang kamu bawa untuk penyangga ponsel.

Kalau solo traveler itu bagi saya membosankan, enggak ada temen”

Eittsss, jangan salah lho. maksud solo traveler di sini kamu berangkat dan persiapkan semua secara mandiri sendirian. Ketika di lokasi atau masih dalam perjalanan, kamu bisa membuka perbincangan atau menyapa orang-orang baru yang ditemui.

Foto a la timer/sifathlist

Jadi judulnya saja sendiri pas di lapangannya tidak menutup kemungkinan untuk mememukan teman baru agar liburanmu tetap asik.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive