Menikmati Musim Gugur di Purwakarta Jabar

August 09, 2019


Musim gugur di kebun karet, Purwakarta/sifathlist

Musim Gugur. Bukan musim milik Indonesia yang merupakan negara tropis. Indonesia hanya memiliki dua musim saja yakni musim hujan dan kemarau yang berlangsung setiap tahunnya. Lalu kenapa bahas musim gugur pake judul menikmati pula? Jadi gini netijen dan pembaca setiaku, beberapa hari ini tengah viral di media sosial terutama Instagram yang mempersembahkan sebuah karya Tuhan berupa musim gugur di wilayah Subang dan Purwakarta, Jawa Barat.

Eh bukan musim gugur beneran ya, ini karena efek kemarau. Jadi di dua wilayah tersebut yang memang dikenal memiliki hektaran kebun karet, para daun tengah menjatuhkan diri ke tanah. Sehingga daun-daun coklat, kuning yang berjatuhan ini memberikan suasana seperti musim gugur macam di Jepang gitu.

Nah beberapa warga sekitar terlebih milenial yang doyan banget foto-foto edit upload jadi deh viral. Banyak tuh warga di luar wilayah tersebut berdatangan Cuma buat konten. Iya konten itu penting di era modern ini, biar mendatangkan like, komen dan terkenal di manca negara.

Kebetulan beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi Purwakarta. Lumayan lah dua hari di rumah kakak. Perjalanan kali ini tidak sesuai jalur biasanya, kami lewat jalur masuk kebun karet di sekitaran Cibungur. Jalannya udah mulus gaes, diaspal jadi nggak usah mikir takut apruk-aprukan (blusukan) di kebun.

kebun karet/sifathlist

Selama perjalanan saya menikmati pemandangan kanan kiri deretan pohon karet yang berlarian mengejar. Daunnya sudah berguguran, ranting pohon begitu jelas meruncing, daun kering berserakan di tanah. Indah. Ingin sekali saya turun dari mobil tapi tak mungkin akhirnya sekedar ambil video dari kaca mobil.

Setiba di rumah kakak, istirahat lah ya bentaran. Kemudian saya ajaklah keponakan untuk menemani ke kebun karet. Cuaca saat itu lagi terik-teriknya, lihat di aplikasi cuaca 34 derajat celcius. Beruntungnya jarak rumah dan kebun karet tidak jauh, hanya beberapa puluh meter saja sudah sampai.

Kesan pertama, pohon masih hijau segar, walaupun daun-daun kering sudah menutupi dasar tanah. Kita berjalan, melihat guratan di batang pohon yang memang segaja dilakukan para petani agar getah karet bisa mengalir di penadah kecil, angin menghempas daun-daun kering hingga berjatuhan begitu elegan. Saya mencoba mengabadikan setiap momennya. Bahkan saya suruh dua keponakan saya untuk menjadi model dadakan saya. Ya demi konten, eh bukan deng emang saya mah doyan motoin momen menarik.

Kami berjalan agak ke tengah kebun, iya biar efek macam autumn nya dapet gitu. Saya mengatur kamera ponsel, manual maupun auto. Mengarahkan gaya pada model dan jepret. Oh no, gagal model pun mencoba kembali sampai berhasil dan hasilnya bagus serta pantas untuk diposting di Instagram.

Saya pun menyuruh ponakan untuk mengambil dan menggenggam tumpukan daun kering kemudian awur-awur (disawer gitu) dan hasil jepretannya mantap. Apalagi kalau pakai kamera bagus pasti tambah apik tuh hasilnya. Tak mengapa, toh pakai ponsel juga udah Alhamdulillah.


model dadakan/sifathlist

Jadi memang suasana Jepangnya terasa banget (cie cie, emang udah pernah main ke Jepang?) hahaha belum lah. Seenggaknya pernah liatlah suasana musim gugur di anime atau drama Jepang. tapi memang bagus gaes, udah mah panas terik, angin sepoi-sepoi, daun berjatuhan, ranting-ranting pada botak jadi pas macam musim gugur di Jepang.

Kalau yang wilayah Subangnya, saya belum sempat mengunjungi. Tapi kalau lihat di postingan orang-orang yang foto-fotonya tengah viral, bagus. Walaupun itu ada filternya dikit tapi masih standar tidak alay atau berlebihan. Pas.

Jadi yang penasaran dan mau merasakan autumn macam di Jepang bisa banget kunjungi kebun karet Subang dan Purwakarta, Jawa Barat. Oh ya ini gratis. Syarat dan ketentuan berlaku. Lah kok ada syaratnya katanya gratis? Iya kamu tetap harus menjaga kebersihan tempat tersebut. Jangan buang sampah sembarangan, jangan buang punting rokok apalagi ini di kebun dan lagi musim kemarau. Jangan sampai ya dari puntung kecil jadi membahayakan dan merugikan orang lain.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...