Semakin Hari Kota Besar Semakin Semrawut oleh Kemacetan

August 02, 2019

ilustrasi kesemrawutan jalan/sifathlist


Kemacetan memang tidak asing lagi bagi masyarakat yang hidup di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan metropolitan lainnya. Karena semua orang dari berbagai wilayah tumpah mengadu nasib, menuntut ilmu, berwisata di kota besar. Sehingga macet parah, kota menjadi semrawut tidak terhindarkan.

Pemimpin dan pemerintah setempat sudha berusaha semaksimal mungkin memberikan solusi yang terbaik untuk kenyamanan dan keamanan warganya. Namun belum sepenuhnya berhasil dan berefek. Ya karena solusi yang ditawarkan hanya sebagai siasat untuk mengurangi kemacetan bukan bukan untuk memberantas. Jadi ya macet tetap ada namun mungkin sudah berkurang sedikit demi sedikit.

Apa benar-benar berkurang? atau cuma perasaan saja. Anda sendiri yang bisa menjawab. Saya sangat mendukung pemerintah daerah dalam memberikan solusi soal mengurangi kemacetan. Mulai dari penambahan transportasi publik, promo ongkos murah, dan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Namun ada baiknya mengingatkan juga kepada perusahaan kendaraan roda dua maupun roda empat agar tidak terlalu banyak memproduksi. Atau adalah regulasi biar motor, mobil yang dijual dikurangi setiap harinya.

Eits, susah juga sih. Kalau saya memberikan masukan seperti di atas rasanya seperti mematikan usaha orang lain. tapi sebetulnya tidak ada niatan seperti itu, jadi mohon maaf.

Kalau saya lihat, masyarakat kini semakin dimudahkan dalam memiliki kendaraan pribadi baik secara cash maupun kredit. Mulai dari DP yang murah, syarat tidak ribet, dan pelayanan yang baik kali yah jadi orang-orang dengan mudah gonta ganti motor mobil, sampai bisa koleksi.

Saya tidak begitu paham soal produksi dan regulasi pengeluaran dan penjualan motor, mungkin pembaca lebih tahu bisa sharing biar saya paham.

Oh ya, selama saya merantau di kota sebut saja Bandung. Sekitar enam tahunan saya termasuk pengguna transportasi public baik angkot, bus damri atau TMB, dan kereta api. Bukan cuma di kotaa sebelumnya pun saya dan keluarga sudah terbiasa menggunakan angkutan umum di kampung jadi berlanjut ketika di kota.

Balik lagi soal upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan. Awal 2019 hingga saat ini kereta api tenah gencar memberikan pelayanan yang terbaik untuk calon penumpangnya. Banyak promo tiket murah, tambahan kereta antarwilayah, dan yang masih anget ada program reduksi untuk lansia, anggota TNI/Polri, LVRI, hingga wartawan untuk perjalanan jauh. Diskonnya beragam ada 20 persen, 25 persen dan lainnya. Syarat dan ketentuan berlaku ya.

Saran lagi nih, coba sistem reduksi ini berlaku untuk seluruh pengguna mungkin akan semakin menarik dan bisa menstimulus masayarakat untuk menggunakan kereta setiap perjalanannya. Berharapnya sih bukan cuma kereta api tapi juga transportasi public lainnya. Biar saya dan penumpang lainnya tidak berpaling atau berpindah hati ke kendaraan pribadi.

Karena jika dibandingkan menggunakan transportasi public dan pribadi, lebih boros public. Sehingga banyak teman-teman saya, yang berpaling dan memilih kredit motor untuk mobilitas di kota. Sehingga teman-teman saya yang awalnya mendukung mengurangi kemacetan kini malah ikut pertisipasi dalam kesemrawutan kota. Ya semoga saja ke depan banyak orang yang peduli soal kemacetan ini.

Eh tapi pedulinya jangan cuma koar-koar di media sosial, mengeluh dan menyalahkan pemerintah yang dituduh tdak becus mengurangi kemacetan. Jangan yah. Karena macet ini kita sendiri yang buat, jadi alangkah baiknya kita semua bersama pemerintah daerah maupun pusat saling bekerja sama, berpartisipasi dalam mengurangi kemacetan kota. Caranya? Banyak kok, paling mudah dan sederhana salah satunya menggunakan transportasi publik. Selamat mencoba.




You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...