Seru-seruan Body Rafting di Pemandian Alam Citumang Pangandaran

August 23, 2019

Citumang

Pemandian alam Citumang dengan sebutan kerennya the Green Valley ini sangat indah dan asri. Citumang merupakan salah satu destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Tepatnya di Desa Bojong Kecamatan Parigi Pangandaran atau berjarak 19 km dari Pangandaran ke arah Barat. Jarak tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi sekitar 40 menit.

Perlu diketahui, untuk sampai di destinasi tersebut, hanya bisa dilewati menggunakan roda empat atau roda dua. Karena jalur yang ada cukup kecil. Sehingga saya bersama rombongan harus pindah dari bus menggunakan angkutan umum yang sudah mengetem di sana. Kemudian sopir tancap gas kami pun melewati jalan yang memang cukup hanya untuk mobil kecil. Cukup jauh.
Jalanan saat itu lumayan sih, sudah beraspal namun masih terlihat lubang di beberapa jalur. Kita melewati perumahan, sawah dan sampai di parkir Citumang.

Tiba di sana, kami disambut makan siang dengan menu nasi liwet panas, tempe, ikan, lalapan, petai, dan pastinya sambal yang makyussnya. Makan lesehan di saung yang ukurannya tidak begitu luas.

Setelah kenyang dan nasi liwet dan kawan-kawan sudah tenang di dalam perut, kami daftar untuk ikut seru-seruan body rafting di Citumang. Hanya sebagian orang yang ikut dalam rombongan, saya melihat daftar nama, yang ternyata cowok semua gaes. Tapi akhirnya saya dan teman memberanikan diri menulis dan beberapa cewek lain tertarik untuk join.

Setelah menulis nama, kami bersiap-siap menuju lapangan dekat parkir mobil untuk menggunakan pakaian safety seperti pelampung berwarna orange garis biru. Kami mendapat breafing dan satu dari tiga guide mengatakan untuk tetap tenang. Jangan takut air, percayakan semua akan baik-baik saja, jika tidak bisa berenang sekali pun rilex saja karena ada pelampung yang membuat kita mengapung.


Persiapan peserta menggunakan pelampung

Ternyata dari tempat parkir ke point utama sungai Citumang untuk melakukan body rafting lumayan agak jauh. Jalan setapak, bebatuan, dan turunan. Yang paling saya suka adalah suasana alam yang begitu sejuk dan menengkan. Inilah kenapa Citumang disebut Green Valey, alam banget, banyak pohon besar dan rindang, akar besar pun dimana-mana. Pokoknya suara hutan yang dipadukan aliran sungai begitu indah.

Sampailah di titik utama, kita berkumpul membentuk lingkaran besar. Kemudian berdoa dan melakukan pemanasan terlebih dahulu yang dipandu oleh tiga tour guide lokal. Sebelum menyebur, ketiga pemandu memberi arahan soal teknik berenang, dan kode ketika dalam kondisi bahaya.

Saat itu, semua perempuan tidak bisa berenang, akhirnya kami ditaru di tengah agar bisa terpantau dari depan dan belakang. Tapi kita sudah diperingatkan untuk tidak takut air, enjoy saja nikmati alam karena untuk bermain body rafting tidak diwajibkan yang bisa berenang, karena semua sudah menggunakan pakaian safety berupa pelampung.

Satu persatu turun ke sungai, menyebrang ke sisi lain menggunakan webbing yang sudah terpasang. Di sisi sana ada sebuah gua dengan tebing yang cukup tinggi. Di sana tour guide memerintahkan untuk melakukan loncat dari ketinggian 7 meter.

Spot terjun 3 meter

Semua perempuan tidak ada yang mencoba karena ngeri, kami hanya menunggu giliran di spot loncat berikutnya yakni ketinggian 3 meter dan menjatuhkan diri sambil berayun di tali.

Ketinggian 7 meter ini seru sih, mau coba tapi banyak ragunya. Karena untuk ke atas sana, peserta harus naik secara mandiri. Merayap di bebatuan dan akar pohon. Terlebih saat itu tengah gerimis manja yang tidak berenti-berenti sejak pagi hingga sore. Karena memang sedang musim hujam.

Body rafting Citumang

Nah perlu diperhatikan juga, jika hendak seru-seruan di Citumang baiknya saat musim kemarau. Jangan musim hujan. Selain karena khawatir adanya banjir bandang karena debit air sungai meningkat juga warna sungai yang keruh. Kalau musim kemarau, ini green voleynya ngena banget, tinggi air normal, air jernih, kebiru-biruan atau tosca. Ciamiklah. Sayang sekali yang saya lihat airnya keruh tapi seger dan dingin poll.

Lanjut ke spot terjun berikutnya, kami masih berjalan di atas air dengan mengikuti webbing. Di sini saya mencoba terjun atau lompat dari ketinggian 3 dan 5 meter. Seru banget ampun dah, sampai mau nambah tapi malu hahaha tapi kalau mau nambah terjun berkali-kali juga boleh lho jangan sungkan-sungkan tapi tetap bergantian ya.

Setelahnya kami berenang. Duh ini yang paling deg deg an, karena enggak bisa renang. Tapi ya pede aja dan yakin pelampung ini bisa menjaga saya tentunya tetap komat-kamit untuk tetap minta perlindungan kepada Tuhan.

Membentuk kereta/tangga/ular-ularan

Pemandu pun memberi intruksi untuk berkumpul di tengah. Di mana kita diminta untuk berenang membentuk kereta atau tangga yang saling menyatu. Wah seru, sekali tinggal rebahan dan akan ditarik dari depan. Seru bukan? Oh ya kalau mau coba loncat dari ranting pohon juga ada lho tingginya 12 meteran.

Jadi sebelum mengakhiri body rafting ada tali yang membentuk tangga di tengah sungai untuk peserta yang punya nyali lebih. Setalah itu ya kami diarahkan untuk berkumpul di tengah sungai. Saya mengambang ini, kaki tidak berpijak. Kami membuat lingkaran untuk dokumentasi.

Foto ciprat-cipratanlah jadinya. Keren pokoknya. Tapi sayang sekali, saat itu kamera si abang pemandu lagi jelek kali ya. hasil jepretannya kurang memuaskan karena blur dan ada macam kemasukan air gitulah. Huhuhu. Tapi tidak ada, tak masalah karena kita bahagia.

Mengikuti arus

Oh ya, jangan lupa pakai sandal gunung ya, ini buat jaga-jaga saja untuk kenyamanan. Karena kita tidak pernah tahu apa yang kita injak di bawah sungai sana. Bersyukur saya dipinjamkan hasil ngerayu sambil malak haha. Tengkyu pokoknya mah wkwkwk.

Jadi itulah perjalanan dan keseruan di Green Voley Citumang Pangandaran. Soal paket wisata dan biaya lainnya bisa dicek di website Citumang ya, pastinya selalu ada paket promo setiap momennya. Selamat mencoba.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...