Menurut Kamu Teknologi Banyak Manfaat atau Buruknya di Kehidupan?

October 29, 2019

Ilustrasi teknologi/sifathlist

Zaman semakin canggih, dari zaman batu hingga kini sudah serba digital. Teknologi di abad 21 ini memang sudah menunjukkan keunggulannya, semua pekerjaan tidak lepas dengan mesin yang canggih dan terbaru. Misal dulu petani membajak sawah menggunakan kerbau, sekarang ya tinggal sewa traktor beres. Terus dulu komunikasi lewat surat yang dibawa merpati, nah sekarang tinggal klik di smarphone satu detik pun sudah tersampaikan.

Secanggih-canggihnya teknologi tapi tetap ada sisi buruknya. Ya memang semua hal memiliki dua sisi yakni kebermanfaatnya dan dampak negatifnya. Semisal dulu semua pekerjaan dikerjakan oleh tenaga manusia, sekarang bisa dikerjakan oleh robot. Manfaatnya, semua kerjaan cepat beres dan cost yang murah karena tidak perlu membayar pekerja (manusia).

Namun sisi buruknya ya rasanya manusia akan punah. Mereka banyak yang mengganggur karena bersaing dengan robot, kelaparan karena enggak punya stok beras, enggak punya uang buat menfakahi, dan banyak lainnya.

Tapi saya enggak akan membahas soal robot, tapi gawai atau handphone. Manfaatnya? Banyak sekali. Memudahkan komunikasi, cepat, dan bahkan dunia ada dalam genggaman. Kerjaan, pertemanan, perduitan, relasi, percintaan, karir, kemanusiaan, dalam genggaman.

Dulu, murid enggak punya buku belajar harus keliling perpus (itu pun kalau tersedia), beli pun jauh dan entah di mana bisa menemukan buku itu. Sekaranng, enggak bunya buku bisa langsung buka smartphone cari e-book selesai atau beli buku secara online.

Enak kan hidup di zaman serba dimanjakan ini? iya dong. Tapi seperti yang sudah saya sampaikan tadi di awal, semua memiliki sisi positif dan negatifnya. Positifnya banyak, bagaimana dengan negatifnya?

Satu merasa enggak sih dengan kehadiran smartphone, kini agak malas (apa cuma saya nya aja yang emang malas, hahahaha bisa jadi). Pertama males bersosialisasi secara face to face. Keknya mager banget ngobrol secara langsung, lebih nyaman via chating. Kalau di chating lebih bebas, sok asik lalu ketawa, nangis, marah, sebal cukup dengan emot icon. Pas ketemu diem-diem bae, kayak enggak kenal. Nyatanya kamu tidak seasyik di dunia maya.

Mau beli makan juga masih mager, oke kita pesan gofood. Mau beli pulsa ke warung depan malu pilih pake m-banking atau ngutang ke teman lewat chat. Lisat disuruh istirahat dan tobat sekarang giliran dua jempol yang beraksi buat nyinyirin hidup orang secara bebas kapan dan di mana pun.

Negatifnya bukan soal mager dan hancurnya keasyikan dalam persahabatan, tapi juga kesehatan. Mata udah pasti ada rabun-rabun atau kabur dikit gegara mantengin layar handphone terlalu lama. Dampak negative terbaru yakni gangguan kejiwaan. Waduh seram amat sih, tapi gimana yah hp adalah belahan jiwaku.

Oke, soal dua sisi baik dan buruk memang sudah jelas, semua berpasang-pasangan. Soal dampak dalam semua hal sebenarnya bisa dikendalikan oleh diri kita sendiri. Karena kamu yang mengoperasikan kendali itu. Kalau pilih sisi manfaat ya gunakan dengan baik, kalau mau digunakan buat keburukan ya kamu yang akan menanggungnya sendiri. Oke, semua ada digenggaman kita. 

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...