Urus Anak Ayam Jadi Solusi Kecanduan Gawai pada Anak? Apa Komentarmu

October 26, 2019

Anak ayam/google

Baru-baru ini terdengar kabar, di salah satu Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Jawa Barat penuh oleh pasien remaja atau anak-anak yang kecanduan gawai atau gadget (HP). Hal ini disebut dengan fenomena kecanduan gawai pada anak-anak.

RSJ Cisarua, Jabar telah menangani 11 sampai 12 pasien dengan rentang usia 7-15 tahun setiap bulannya. bahkan hingga saat ini pihaknya telah menangani sebanyak ratusan anak yang mengalami kecanduan gawai.

Anak-anak ini kecanduan game. Bukan soal anak-anak tidak boleh main game, namun perlu dipantau terlebih jam pemakaiannya. Biasanya anak yang sudah kecanduan akan memainkan gawai lebih dari enam jam per hari. Pihak RSJ Cisarua yang dikutip dari berbagai media jam yang dianjurkan tidak lebih dari dua jam.

Kenali ciri-ciri anak kecanduan gawai diantaranya main hp hingga lebih enam jam, malas mandi, sering marah-marah, mengabaikan tanggung jawabnya, tidak mau makan, malas belajar bahkan berani bohong lho biar bisa main hp. Ngeri.

Saya sebagai orang awam dan tidak begitu paham soal kesehatan, kiranya memainkan ponsel berlebihan hanya akan berdampak pada kesehatan mata namun ternyata jiwa juga. Maka sebagai orang tua, kakak, saudara wajib memberi pemahaman dengan baik soal pemakaian gadget.

Jangan langsung dimarahi, kasih pemahaman dulu. Dibimbing pelan-pelan. Pastinya ngasih contoh yang baik dalam pemakaian gawai.

Dengan adanya kabar ini, Pemerintah Kota Bandung lewat pernyataan Wali Kota Bandung Oded M Danial memberi solusi yang out of the box. Pihaknya mencanangkan solusi bagi-bagi anak ayam (DOC) gratis (satu anak satu ayam) kepada anak-anak pelajar SD dan SMP di Kota Bandung. Wah, enggak kepikiran kan dengan solusi unik ini. namanya juga out of the box kan ya.

Menurut Oded dengan pemberian anak ayam, anak-anak memiliki kegiatan dan tidak terfokus pada gadget yang mereka miliki. Sebelum dibagikan, mereka akan diajari tentang cara memelihara anak ayam. Sehingga anak ayam tersebut tidak cepat mati dan terlantar.

Selain itu, manfaat dari program ini yakni bisa membentuk pola pikir anak soal jiwa interpreneur, cara beternak, hingga sosok yang menyayangi binatang. Keren enggak tuh? Namun program ini dinilai kontroversi di mana ada pro kontra di masyarakat. Walaupun begitu kabarnya program tersebut akan diuji coba sebelum 2020.

Bagi-bagi anak ayam ini untuk pelajar laki-laki sedangkan yang perempuan kabarnya akan diberi bibit atau tanaman produktif seperti cabai, tomat, dan kawannya. Jadi nanti pelajar perempuan juga memiliki kegiatan yang bermanfaat yakni belajar berkebun.

Jadi menurut kalian kalian bagaimana dengan program yang satu ini? setuju atau tidak? Boleh jawab di kolom komentar ya, siapa tahu punya solusi terbaik untuk mengatasi fenomena kecanduan gawai 'biar anak-anak enggak HP TEROOOS.'

Daripada nyinyir di medsos kan, lebih baik kasih solusi aja. Kalaupun solusinya tidak terdengar oleh pemerintah tapi kan diterima oleh oleh pembaca atau netijen.

Kuy beri solusi terbaikmu di kolom komentar. Kalau ada yang ngasih solusi nanti saya review. KALAU ADA. Kalau enggak ada ya sekian dan terima kasih.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...