Menengok Keindahan Gunung Tangkuban Perahu Jabar

November 08, 2019

Gunung Tangkuban Perahu/sifathlist

Gunung Tangkuban Perahu salah satu destinasi wisata alam milik Jawa Barat. Dikenal dengan cerita legendanya yang berjudul Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Oke soal detail cerita pastinya sudah tidak asing lagi bukan?

Ini merupakan kali pertama saya mampir ke Tangkuban Perahu. Destinasi yang berada di ketinggian 2.084 meter ini terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang, Jawa Barat. Jadi jangan bingung kalau beberapa teman yang mengatakan bahwa Tangkuban Perahu ada di Bandung, eh ada di Subang kok. Jangan diperdebatkan, karena memang posisinya ada di perbatasan kok.

Oh ya, pekan lalu saya ke sana itu karena Tangkuban Perahu baru saja dibuka kembali sekitar dua mingguan. Sebelumnya ditutup untuk umum karena gunung aktif ini mengalami erupsi. Bahkan video erupsinya pun viral di berbagai platform media massa maupun media sosial.

Kawah Ratu/sifathlist

Ketika di lokasi, saya diberitahu oleh seorang petugas (lupa namanya) bahwa ada lokasi yang masih ditutup untuk antisipasi. Letaknya dekat dengan kawah Ratu ke atas. Saya tiba di sana pagi sekitar pukul 09.00 WIB, suasana memang sudah ramai karena weekend. Saya mencoba keliling terutama ke Kawah Ratu. Ternyata benar, di sana ada petugas yang melarang kita untuk naik ke atas sana.

Kondisinya sudah aman, tapi di lapangan memang masih terlihat debu bekas semburan erupsi Tangkuban Perahu masih terlihat. Baik di tangga, jalan, daun-daun, pohon, dan pagar. Tapi tidak mengganggu sih gaes, cuma kelihatan saja sedikit. Dan di sekitar Kawah emang masih kontras terdapat abu yang masih menempel di sana.

Debu bekas erupsi masih menempel di daun-daun/sifathlist

Oke, karena ini kali pertama saya ke Tangkuban Perahu ya indah indah aja sih. Apalagi cuacanya yang sejuk. Walaupun agak capek karena keliling dari ujung ke ujung, tapi memuaskan deh seharian di sana sambil makan cilok.

Tiket masuk domestik, weekdays Rp 20 ribu dan weekend Rp 30 ribu. Sedangkan untuk mancanegara cukup mahal sih weekdays aja Rp 200 ribu dan Weekend 300 ribu per orang. Itu belum termasuk parkir ya gaes.

Saya kurang paham sih, soal penentuan tarif untuk mancanegara. Iya saya sih mikirnya, mungkin namanya turis mah cuma sesekali aja ke sana beda sama warga sendiri yang mungkin bakal balik lagi. Cuma agak kurang setuju sih soalnya tarifnya mahal. Sampai sampai, saya mikir kira-kira kalau saya ke destinasi luar negeri juga bakal gitu kali ya dimahalin wkwkwk.

Tiket mahal, yang saya khawatirkan adalah si wisatawan teh malah pundung dengan harga segitu. Tapi semoga aja enggak pundungnya, soalnya berdasarkan informasi pegawai di sana sih, setiap hari atau libur panjang Tangkuban Perahu selalu jadi primadona bagi turis.

Tangkuban Perahu/sifathlist

Biasanya untuk menikmati keindahan destinasi adalah dengan berswafoto. Duh gimana nih, kalau datang sendirian atau mau foto lengkap bersama keluarga. Selow, di sana banyak orang baik terutama para pedagang keliling.

Kamu jangan sungkan minta bantuan jasa mereka, mereka suka rela kok membantunya tanpa dipungut biaya. Cuma ya, biar saling menguntungkan kamu dapat foto bagus, bisa juga kamu beli lah satu dagangan si bapaknya. Biar sama-sama enak wkwkwk tapi kalau enggak beli juga para pedangan mah woles sih, karena mereka niatnya ya jualan bukan nyari duit dari jasa foto. Karena kalau jasa foto itu ada lagi.

Soal fasilitas di Tangkuban Perahu, sudah cukup lengkap sih. Ada ruang informasi, tempat istirahat, pos keamanan, masjid, toilet, dan pusat oleh-oleh. Jadi kamu enggak usah khawatir kalau ke Tangkuban Perahu semua ada di sana.

Fasilitas/sifathlist

Transportasi?

Umum : dari Bandung kamu bisa naik mobil Elp Bandung-Subang (Rp 25 ribu) di Terminal Ledeng. Jika kamu dari luar Bandung, kamu bisa naik kereta api turun di Stasiun Bandung dan menuju Terminal Ledeng. Selain itu kamu juga bisa via Terminal Leuwi Panjang, naik bus Bandung-Indramayu (Rp 40-60 ribu) nanti turun di pertigaan Gerbang Tangkuban Perahu atau ya kamu bisa naik Damri buat ke terminal Ledeng dulu (Rp 5 ribu).

Nah kalau sudah tiba di gerbang, nanti di sana ada petugas atau tukang ojeg yang menawarkan jasanya. Dari gerbang ke Tengkuban Perahu cukup jauh sih sekitar 4 kilometer lagi jadi kalau jalan kaki ngos-ngosan duluan. Kalau pakai ojek sakitar Rp 30 ribu (bisa nego). Tapi kalau dirasa kemahalan sebenarnya ada jasa angkutan sih, semacam mobil travel yang biasa antar jemput para pedagang ongkosnya Rp 7 ribu an per orang.

Nah kalau yang pakai kendaraan pribadi sih enak, tinggal cus sampai di parkiran Tangkuban Perahu. Parkirannya luas kok.

Oh ya, Tangkuban Perahu ini buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Perlu diperhatikan ya gaes, di sana ada papan larangan jangan sampai diterobos. Ini untuk keselamatan kita juga.


View pagi sekitar Tangkuban Perahu/sifathlist

Waktu yang paling bagus untuk main ke Tangkuban Perahu adalah musim kemarau, karena viewnya super keren. Pemandangan di sekitar Tangkuban Perahu sangat menarik, jadi serasa di atas awan sambil lihat gunung-gunung di Jawa Barat. Udah gitu di sekitar adalah kebun teh dan hutan gunung serta pinus.

View siang sudah diselimuti kabut/sifathlist

Sedangkan kalau musim hujan, khawatir kamu cuma bisa lihat kabut yang menyelimuti area Tangkuban Perahu. Karena kalau musim hujan pukul 11.00 WIB saja, kabut sudah tebal. Udah gitu dingin banget, berrrrr.

Oke lengkap sudah, jangan banyak mikir cusss gaskeun ka Tangkuban Perahu biar bisa upload di Instagram ya netijen.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive

Adv

loading...