Curhat Klasik

February 24, 2020

Ilustrasi/sifathlist

Setiap insan memiliki dinamika kehidupannya masing-masing, baik suka maupun duka. Ada yang siap menerima dan menjalankan adapun yang menolak. Mereka yang menerima akan merasa dirinya bahagia disetiap langkah hidupnya namun yang tidak mereka akan berkeluh kesah dan menyangka bahwa Tuhan tidak adil.

Curhat atau bercerita dengan kawan, sanak saudara, atau pasangan adalah jalan yang bisa ditempuh dalam mencari solusi membuang jauh-jauh kegaulan hati selain berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Curhat sana sini sedikitnya akan membantu merinngankan beban pikiran untuk sementara waktu, namun tetap harus berbagi kepada orang yang menurutmu bisa dipercaya tidak kepada sembarang orang.

Mungkin tidak semua orang mau menceritakan beban dipundaknya kepada yang lain, ada yang lebih suka memendamnya sendiri. Tidak ada yang salah karena setiap manusia memiliki karakter dan gaya dalam menyudahi kegalauannya.

Ada banyak definisi, makna, penjelasan soal curhat, bagi saya curhat ini sebagai alat penyambung bahasa dan perasaan. Baik perasaan senang maupun sedih semua diungkap dalam dialog santai dan dilakukan di ruang yang tidak sembarang (baca : tempat nyaman bagi si tukang curhat dan si pendengar). Mereka bisa meluapkan kebahagiaan dan kesedihannya bersama.

Sikap si Tukang Curhat
Kalau kamu jadi si tukang curhat, maka kamu juga harus tahu bagaimana bersikap kepada si pendengar. Walaupun kamu sudah biasa melakukan cas cis cus kepada si pendengar tetap kamu harus bersikap sewajarnya.

Namanya curhat sih sebenarnya bebas, enggak ada aturan apalagi regulasi berbentuk undang-undangnya. Cuma saya di sini sekedar mengingatkan (ini berdasarkan pengalaman saya sebagai tukang curhat dan si pendengar) bahwa ya kita harus bisa membaca situasi dan kondisi.

Kalau mau curhat kebahagiaan secukupnya saja begitupun dengan kesedihan ya jangan berlebihan. kontrol emosi, intonasi, dan ekspresi. karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kalau mau curhat, kita pastikan dulu kalau si pendengar benar-benar dalam keadaan yang baik dan siap. Jangan sampai kita curhat kebahagiaan tahunya si pendengar sedang dilanda kesedihan yang belum sempat disampaikan kepadamu.

Atau jangan juga merusak kebahagiaan si pendengar ketika curhat soal kesedihan. Ada banyak hal yang bisa merusak momen tanpa sengaja ya salah satunya jalan curhat ini. Pernah kan, ketika kita hendak curhat ke dia eh malah dia duluan yang curhat, jadi kependam lagi dan lagi yang akhirnya tidak pernah kamu curhatkan.

Jadi sedekat apapun ketika curhat harus terkontrol jangan berlebihan. Mau nangis sewajarnya, senang ya hahahihi secukupnya. Jangan merusak momen diantara si tukang curhat dan si pendengar.

Sikap si Pendengar
Lagi dan lagi, semua tidak ada aturan baku di dalam hal ini. Tapi tidak ada salahnya untuk mengingatkan satu sama lain agar keharmonisan kita tetap terjaga dan terhindar dari salah persepsi.

Si pendengar pun harus tahu dikala si tukang curhat ini sedang melakukan ritualnya berbasa basi hahahihi atau huhuhikshiks. Kadang jadi si pendengar ini harus bijak dan pintar membaca situasi. Ketika si tukang curhat meluapkan kebahagiaan kita pun harus berusaha ikut dalam kebahagiaanya atau sebaliknya.

Jadi jangan sampai ketika si tukang curhat sedih taunya kamu malah ngakak dan meremehkan semua kelakukan si tukang curhat. Pasti bete kan? Kalau ada yang gitu. Tapi tidak juga sebagai tukang hukum, misal nih si tukang curhat melakukan kesalahan dan dia cerita semua dari kronoligi sampai pada penyelesalannya.

Maunya si tukang curhat sih udah kamu dengerin dulu terus ngasih solusi terbaik bagaimana biar semuanya clear. Eh si pendengar malah jadi hakim memvonis dan memenjarakan si tukang curhat. Jadi bete dan berakibat salah paham. Males ah curhat sama si dia mah, gitu malah nyalahin. Kan kan, yang tadinya saling percaya malah nambah kebete-an. Gak asik banget sih.

Maka sebagai pendengar ini barus pandai, sekedat apapun itu kamu harus memaklumi. Kalau kamu biasa ceplas ceplos ke si dia lakukan sewajarnya saja, eh tapi jangan jadi canggung juga. Gimana sih si penulis ini maunya? Hahaha selow selow intinya sih segala sesuatunya jangan berlebihan. Obat dari apotek atau dokter baik kalau dikonsumsi berlebihan ya overdosis, gitu lho.


  1. Oke akhir dari tulisan ini, semoga kamu si tukang curhat dan si pendengar tetap menjaga kedekatan kalian. Salah paham sih biasa ya yang terpenting kita selesaikan dengan acara baik-baik. terima kasih.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive