Hari Pers Nasional 2020

February 09, 2020

Selamat Hari Pers Nasional/sifathlist

Selamat kawan-kawanku di lapangan maupun di ruangan. Semoga wankawan terus berkarya dalam memberi informasi valid untuk masyarakat. Tidak hanya itu, semoga kalian tetap sehat, waras, gaji makin naik dan sesuai, tidak ada lagi diskriminasi, dan pastinya hidupmu terasuransi. Jaga kesehatan, jangan sakit karena terbebani atau adanya tekanan dari satu pihak. Kita berkerja untuk berkarya dan bermanfaat untuk semua pihak.

Entahlah, apakah saya masih pantas untuk menggunakan kata ‘KITA’ di konten kali ini hahaha. Nyaris satu tahun tidak melapang, rasanya rindu, benar kata si Dilan jangan rindu karena rindu berat.

Kurang dari dua tahun ku bergelut di dunia jurnalistik, masih seumur jagung memang untuk mereview bagaimana tugas besar yang diemban ini. Tapi aku tetap akan menyelipkan beberapa kisah yang selama melapang.

Profesi ini pantut diberi apresiasi, janganlah kalian intimidasi. Kita (baiklah izinkan aku menggunakan kata kita) menuntaskan tugas secara benar untuk dikonsumsi masyarakat.
Informasi dalam segala bidang, dari ekonomi, politik, pemerintah, gaya hidup, olahraga, sains, dan banyak lainnya. Kita harus bisa menguasai seluruh isu yang sedang hangat bahkan yang sudah lampau. Sehingga tidak sedikit masyarakat terbuka untuk berdiskusi bersama kita.

Walaupun harus menguasi seluruh isu, sebetulnya tiap jurnalis memiliki tugas fokus masing-masing dari pimred atau editor. Misal satu wartawan ditugaskan untuk post di pemerintahan saja atau di kepolisian setempat. Tapi tidak semua media memiliki banyak SDM, jika minim personel biasanya satu wartawan harus mengurus dan meliput seluruhnya. Merepotkan bukan?
Secara pengalaman, aku tidak memiliki tugas khusus melainkan semua bidang diembat. Dari pemerintah, olahraga, hukum kriminal, gaya hidup, politik, dan kawanannya. Repot sekali, karena harus ke lokasi A B C D dalam satu hari, belum lagi jika jadwalnya di jam yang sama. Pusing pala eyke.

 Kita harus bisa menguasai jurus yang dimiliki Naruto, Prabu Siliwangi atau Kian Santang yakni jurus seribu bayangan. Iya biar semua agenda bisa dihadiri.

Tidak perlu bertapa di gua terlebih dahulu untuk mendapatkan kanuraga dan jurus seperti itu, kita cukup menjalin pertemanan dengan baik. kita tidak sendiri. Jadi minta bantuan kepada rekan di lapangan. Misal aku hanya bisa menghadiri agenda A dan rekan lain bisa menghadiri agenda B sehingga kita harus saling tolong menolong dengan cara saling backup. Tapi biasanya jika masih sempat untuk hadir pasti diusahakan walaupun jaraknya cukup jauh dan memerlukan waktu yang tidak sedikit. Itu resiko tak usah mengeluh, toh kita sudah tau resiko sebagai wartawan.

Terlepas dari tugas dan beban, menjadi jurnalis itu menyenangkan. Seru. Hahaha capek sih entahlah ketika sudah terjun ke lubang ini rasanya enggan untuk pergi. Malah menikmati. Lutcu bukan? Profesi ini begitu banyak ilmu dan pengetahuan. Kita tidak perlu kuliah politik, ekonomi, hukum, lainnya terlebih dahulu untuk memahami secara cepat entahlah gimana proses terjadinya tetiba sudah paham saja.

Jadi dulu ceritanya, aku paling males ehh enggak ngerti soal Hukum kriminal sama sepak bola. Dipaksa tuh sama bos buat nyemplung ke sana. Awalnya sangat asing apalagi teman-temannya hahaha tapi entahlah perlahan pertemuan kesekian aku malah begitu antusias di bidang ini. mungkin pertama karena nyamannya pertemanan yang cepat kemudian dikasih arahan dan akhirnya mengahasilkan karya terbaik (menurutku).

Selain itu saya juga jadi kenal dengan banyak orang penting, dari mulai pejabat sampai artis yang lagi naik daun hahaha. Alhamdulillah. Terima kasih narasumber yang bersedia ditelpon kapan pun bahkan tengah malam dan subuh.
Terima kasih teman-teman, jika tidak ada kalian mungkin kata rindu tidak akan pernah saya ucapkan di sini. Terima kasih atas segalanya ilmu, materi, tenaga, dan kasih sayangnya ahh elahh.

Selamat Hari Pers Nasional, 09 Februari 2020 kawan

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive