Curhatan Di Rumah Aja, Tetap Produktif Biar Waras

May 01, 2020

Menanti senja/Sifathlist

Hai gaes, eh Assalamualaikum semua.
Entah sih, saya mau review atau nulis apa saat ini. beberapa bulan ke belakang merasa susah buat nulis karena tidak punya ide untuk dibagi. Sebetulnya ada aja sih cuma kalau tidak bermanfaat buat apa juga nulis panjang-panjang terus dishare, gak guna kan.

Berhubung sat ini hari buruh, jadi saya mau ucapkan Selamat Hari Buruh Sedunia. Apa saya termasuk buruh? Entahlah wkwkwk. Kegiatan saya selama setahun ini agak kurang mengenakkan, saya kembali jadi seorang freelancer yang tidak tahu arahnya ke mana (hilang arah dan tidak punya pegangan untuk digenggam). Tapi saya tetap semangat, ya gimana kalau tidak semangat dan dijalani enggak dapat uang buat makan sama beli kuota hahaha.

Mungkin ada yang tidak setuju dengan kalimat di atas soal freelancer. Teman-teman saya banyak juga yang kerja sebagai freelancer dari tukang ketik, kang foto, kurir, dan lainnya. Mereka cukup bertahan dan menghasilkan karena mereka rajin. Kenapa freelancer harus rajin? Iya ibaratnya kalau kita malas pasti job yang ada bakal diabaikan, kalau udah abai ya enggak dapat duit, kalau enggak dapat duit mampus kagak bisa beli kuota.

Tapi saya bangga sama teman-teman saya yang bertahan jadi freelancer. Eh tapi kira-kira, yang namanya pekerja paruh waktu dan tidak menentu jobnya termasuk salah satu yang bisa menekan angka pengangguran, gak sih? Apa freelance termasuk kategori jobless. Tapi bagi saya freelance termasuk orang kategori kerja sih karena menghasilkan karya dan uang. Setidaknya tidak menyusahkan KAS ibu negara di rumah.

Pengalaman saya jadi freelancer enggak banyak sih, saya cuma mengandalkan kebisaan atau potensi di bidang tulis menulis. Selama satu tahun ke belakang kayaknya sudah berkontribusi di tiga website, lumayan lah ada kegiatan. Walaupun pernah tidak dibayar oleh owner wkwkwk, enggak apa-apa jadikan pengalaman.

Terus dapat gaji berapa per bulan? Duh jangan tanya gaji, malu. Karena saya buruh yang dibayar gimana giatnya. Range nya dari jutaan apa belasan juta per bulan? Kagak nyampe. Ratusan ribu per bulan aja udah syukur bisa buat beli siomay sama bayar listrik. Tapi bukan berarti freelance itu tidak menghasilkan, sekali lagi teman-teman saya yang rajin justru mantap betul rekeningnya. Ngalir lancar setiap bulan dan projeknya. Ya gitu, harus rajin sama punya banyak relasi. Satu lagi potensi diri. Kalau gak punya kebisaan mau jual apa?

Oke cukup sekian curhatan mamah dedeh kali ini, semoga selama Ramadan bisa lebih produktif walaupun harus di rumah aja. Jaga kesehatan, perbanyak ibadah, sedekah, tetap senyum agar aura rumah lebih ceria.

Terima kasih, next saya usahakan untuk lebih produktif dengan rutin menulis di blog ini. kontennya bebas ajalah ya. karena selama 2020 saya tidak kemana-mana jadi tidak ada konten perjalanan atau review tempat wisata. Mungkin bakal tayang tips dan curhatan wkwkwk.

Jangan bosan-bosan untuk membaca tulisan saya karena kalau tidak ada yang baca lalu buat apa saya menulis.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive