Mengenal Sejarah Berdirinya Kota Bandung dan Menengok Kondisi Saat Ini

September 25, 2020

(Foto: Taman Tegallega Bandung/sifathlist)


Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-210 tahun. Hatur nuhun karena saya diberi kesempatan menuntut ilmu, bekerja, dan berkembang di kota ini. Semoga menjadi kota yang lebih baik lagi dalam melayani warga, pendatang hingga wisatawan dari tahun sebelumnya.

Saya mengenal Kota Bandung hanya pada zaman sekarang, untuk sejarah tidak begitu mengikuti. Maka agar selangkah lebih dekat, mari cari tahu dan berbagi pengetahuan dari berbagai sumber tentang sejarah asal muasal kota yang memiliki julukan Paris Van Java ini.

1. Sejarah Kota Bandung

Secara sejarah, Kota Bandung memulia masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda pada abad ke-19. Melalui kebijakan Bupati Bandung ke-6 R.A. Wiranatakusumah II (1794-1829) berdirilah Kota Bandung. Namun proses pendiriannya dipercepat oleh pemerintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman willem Daendels (1808-1811) dengan surat keputusan pada 25 september 1810.

Dari surat keputusan tersebut, diperingati sebagai hari jadi Kota Bandung. Kini Bandung terus berbenah dan berkembang. Pemerintah berupaya memberi kenyamanan dalam melayani warganya. Hadir banyak fasilitas umum di setiap sudut salah satunya menyediakan ruang terbuka hijau. 

Sebelumnya ada kisah legenda yang begitu terkenal di Jawa Barat yakni Sangkuriang yang menceritakan bagaimana terbentuknya Danau Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu. Air dari danau Bandung saat itu mongering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sanghyang Tikoro. 

Situ Aksan merupakan daerah terakhir dari sisa-sisa danau Bandung yang telah kering. Pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat pariwisata hingga saat ini menjadi daerah pemukiman. Secara geografis pun, Bandung dikelilingi oleh pegunungan sehingga ini sebagai bukti dulu wilayah ini sebuah danau.

2. Bandung masa kini

Sesuai dengan kisah legenda dan sejarah dari zaman pemerintahan Hindia Belanda, Bandung semakin berkembang dan bahkan mendapat banyak penghargaan baik secara nasional hingga internasional. Ini sebagai prestasi dan diakui bahwa kota ini terus berinovasi dari masa ke masa.

Dari sebuah danau menjadi pemukiman padat, pastinya banyak rintangan dan proses panjang. Sesuai dengan data badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Bandung pada 2018 mencapai 2,5 juta jiwa yang terdiri dari 1,26 juta jiwa laki-laki dan 1,24 juta perempuan. 

Dengan jumlah penduduk produktif yang cukup tinggi, Bandung mendapat keuntungan bonus demografi. Para generasi ini akan menjadi bagian dari kemajuan Kota Bandung di masa depan. Tentunya tidak dipungkiri hadirnya permasalah yang cukup serius.

Para generasi ini bertanggungjawab untuk menyelesaikan permasalah yang sedang dihadapi Bandung saat ini. Seperti masalah sosial, ekonomi, hingga keamananan dan kenyamanan di kota ini.

Berkata soal kenyamanan, berdasarkan pengalaman saya Bandung adalah kota yang nyaman. Selain warganya yang ramah juga cuaca yang stabil tidak terlalu panas atau dingin. Namun tidak untuk ruas jalannya. Macet di mana-mana.

Masalah macet memang tidak sepenuhnya salah pemerintah, karena saya tahu mereka terus berupaya untuk mengurai dan berbenah. Namun hingga saat ini belum juga mecapai hasil yang maksimal sehingga semua berharap Bandung diusianya yang sudah cukup tua 210 ini untuk terus memperbaiki.

Sebagai pendatang yang merantau di kota kembang, saya pun berusaha berkontribusi untuk membantu mengurangi kemacetan dengan memanfaatkan kendaraan publik dari kereta lokal, Damri, TMB, dan angkot. 

Tentunya saya begitu nyaman merantau di Kota ini, banyak ruang terbuka hijau baik itu taman maupun hutan kota dan pedestrian. Ini yang menjadi spot favorit hingga saat ini. Juga banyak bangunan bersejarah di setiap sudut kota sehingga mendatangkan banyak pengetahuan dan pengalaman menarik utnuk diceritakan kembali.



You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive