Menikmati Pedestrian Sambil Susur Kota Bandung yang makin Nyaman

September 25, 2020

(Foto: kolase jalan Bandung/sifathlist)


Pemilihan kata menyusuri ini dalam artian menjelajah banyak sudut di sebuah kota. Ya kali ini saya akan ajak kawan sekalian untuk melihat keindahan, kenyamanan hingga hal-hal yang tidak menyenangkan di Kota Bandung.

Terhitung saya telah merantau di kota kembang ini sejak 2013 lalu. Dengan tujuan menuntut ilmu di sebuah kampus swasta. Selama kuliah, saya tidak begitu banyak mengunjungi sudut kota ini karena beberapa faktor dan alasan.

Setelah lulus dan bekerja sebagai pekerja lapangan, akhirnya berkesempatan untuk menjelajah banyak sudut dan jalanan kota ini. Ya sama seperti penilaian orang lain, kota ini sangat nyaman dan ramah.

Dua kata pujian ini tidak mampu menggambarkan secara keseluruhan tentang Kota ini, namun ini cukup mewakili perasaan setiap orang. Tentunya kemalangan pasti ada dan ini menjadi sebuah dinamika tiap kota.

Baca juga: Mengenal Sejarah Berdirinya Kota Bandung dan Menengok Kondisi Saat Ini

Saya tipe yang suka dengan trotoar jalan. Pedestrian. Jalan kaki di kota ini sangat menyenangkan. Sepoi angina dari kibasan daun-daun yang begitu rimbun sangat menyejukkan. Beberapa tahun terakhir pemerintah Kota Bandung di kepemimpinan Wali Kota Ridwan Kamil dan Wakilnya Oded M Danial, rajin berbenah mempercantik kota ini. Ya salah satunya, memperlebar trotoar dan memperbanyak ruang terbuka hijau.

Walaupun Bandung termasuk kota dengan ruang terbuka hijau yang cukup, banjir tetap terjadi setiap musimnya. Ini masalah bersama dan semua ikut andil untuk bertanggungjawab menuntaskan bencana musiman ini.

(Foto: Jalan Diponegoro/sifathlist)


Dulu ruas jalan favorit saya adalah jalan Supratman dan Diponegoro. Jalan ini dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi dan rindang. Sehingga ketika cuaca terik dan gerahnya di dalam angkot, lewat jalan ini bisa jadi bonus menghilangkan ketidaknyamanan. Tapi sejak ada proyek pembangunan jalan layang, jalan Supratman jadi macet dan riweh pokoknya.

Untuk rute jalan kaki, semua jalan saya suka. Karena setiap trotoar memiliki khas dan viewnya masing-masing. Namun tetap favorit adalah rute Alun-Alun Bandung, Asia Afrika, Jalan Braga, Balai Kota, dan Jalan Aceh. Sedangkan untuk CFD itu Dago terbaik sih. Jangan lupa setelah berjalan dari taman Cikapayang langsung belok ke arah Forest walk, Babakan Siliwangi. Mantap pokoknya.

Setiap orang memiliki pengalaman yang unik selama di Kota Bandung, jadi bagaimana versi ceritamu tentang kota ini? 



You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive