Tak Harus Sama, Tiap Orang Punya Cara Sendiri Menikmati Hidup

September 18, 2020

 


Belakangan ini, banyak sekali berseliweran menggunakan istilah insecure. Mereka berbicara soal rumput tetangga lebih hijau. Membahas soal rasa iri dan syukur ini tidak akan ada habisnya dan selalu ada perdebatan.

Namun saya akan sedikit berbagi soal insecure dan cara menghadapinya. Ini sekedar berbagi saja, tidak untuk diterapkan di kehidupanmu. Karena semua punya caranya sendiri dalam mengantisipasi dan membuat diri ini nyaman dan damai. Jika ada yang sreg dan cocok pun tidak ada larangan untuk ditiru.

Selama bertahun-tahun saya selalu merakan iri kepada teman-teman dalam banyak hal. Salah satunya adalah di mana mereka selalu mudah berteman dan diakui. Sedangkan saya, butuh banyak tahapan untuk memulai hingga diakui sebagai teman. 

Diakui di sini adalah bukan sekedar pernyataan dia mengakui saya adalah teman, bukan. Sungguh sulit menjelaskannya, karena sejak dulu saya sering kali dijauhi oleh teman sebaya. Kalau pun bersama sepertinya seperti hantu saja, ada namun tidak nampak. Mungkin sebut saja diabaikan.

Tapi dari waktu ke waktu hingga umur mulai disebut dewasa, rasa iri itu hilang. ada dua kemungkinan saya sudah menemukan yang namanya teman atau sudah terbiasa dengan dinamika berteman. Entahlah tapi yang saya rasakan, kini saya memiliki beberapa orang yang mengakui keberadaan saya dalam hidupnya. Itu sungguh nikmat dan patut disyukuri. Terima kasih.


Selama diabaikan, saya menemukan cara agar saya tidak merasa sendiri. Selain berkenalan dengan orang baru lalu mengakrabkan diri, menikmati suasana sudut bumi adalah sebuah solusi.

Bagi yang berteman di Instagram atau menyimpan kontak whatsapp mungkin akan sering melihat saya unggah sudut kota. Itulah cara saya agar tidak merasa sendiri. Jalan kaki menjadi hal yang menyenangkan beberapa tahun ke belakang. Sejauh apapun, secapek apapun itu sangat menghibur. Namun bukan berarti saya tidak menikmati ketika hangout di kafe, tempat hiburan. Justru ini hal yang langka dan patut untuk disyukuri.

Pedestrian kota menjadi sudut favorit setelah taman. Ini sangat menghibur dan menyenangkan baik saat sendiri maupun bersama. Sama seperti yang lain yang lebih nyaman berlama-lama di kafe, restoran, mall, pojok masjid, kantor dan lainnya. Karena kita memiliki ketertarikan yang berbeda nmaun satu tujuan untuk memerdekakan rasa dan tubuh ini dari ketidaknyamanan.


You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive