Di Tengah Pandemi, Ini Rasanya Bermalam di De Paviljoen Bandung

October 12, 2020

 

(Foto: De Paviljoen Bandung/sifathlist)

Awal munculnya Covid-19 yang mengakibatkan diketok palu sebagai pandemi, semua sektor terdampak termasuk pariwisata dan perhotelan. Sebelumnya pemerintah mengimbau untuk menutup sementara dan akhirnya saat ini dizinkan buka kembali dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam penanganan virus corona.

Saya berkesempatan diundang untuk hotel tour dan bermalam di De Paviljoen di Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandung. Soal tipe dan harga hotel bisa dicek di website resminya ya.

Nah semua hotel wajib menerapkan protokol kesehatan baik untuk tamu maupun pegawai. Ini sebagai upaya untuk menghindari adanya new case di sektor ini. De Paviljoen sudah merapkan ini, tinggal kedisplinan kita saja sebagai tamu maupun keketatan dari pegawai agar protokol dijalankan dengan baik.

Saya hanya bermalam satu malam pukul 14.00 check in dan esoknya langsung check out. Dari pertama kali datang di pintu masuk, sudah difasilitasi cek suhu otomatis, tempat cuci tangan, dan handsanitizer. Tentunya saya melakukan itu sebelum masuk pintu hotel.

Semua wajib bermasker, jadi kalau ada tamu yang tidak memakai masker akan ditegur dan dilarang masuk. Jadi jangan lupa untuk tetap mengenakan masker terutama saat di luar rumah.

Reseptionist akan membantu anda untuk melakukan check in atau check out. Atur jarak dengan tamu lain ya, di sana sudah ada tanda untuk tetap jaga jarak dan pakai handsanitizer. Jangan khawatir, pihak hotel sudah menjamin kalau kartu kunci hotel sudah disanitasi sebelum dan sesudah digunakan. 

Masuk ke area lift, hanya untuk 5 orang dengan jarak dan posisi yang sudah di atur. Saya naik ke lantai 8 dan masuk kamar. Semua furnitur kamar hotel akan disanitasi sebelum dan sesudah digunakan, jadi ini sebagai umpaya untuk memberikan pelayanan nyaman dan aman di tengah pandemic Covid-19. 

Kemudian saya melakukan hotel tour bersama rekan lainnya dan dipandu oleh pihak hotel. Saya melihat handsanitizer ditempatkan di beberapa sudut dan pintu masuk area publik seperti gym, kids area, bahkan di kolam renang pun adanya aturan baru selama adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Sedangkan untuk sistem makannya sedikit ada perbedaan. Sebelumnya prasmanan tapi selama AKB semua tamu akan dilayani oleh pegawai dan tidak diperkenankan untuk mengambil makanan sendiri dengan pesan menu dulu. Tapi ada juga yang bisa diambil sendiri, di De Paviljoen menyediakan makanan satu porsi yang bisa diambil sendiri oleh tamu. Semua makanan tersebut ditutup atau dibalut dengan plastik makanan agar aman.

Jarak meja pun sudah diatur, ada beberapa tempat duduk yang tidak boleh ditempati. Namun saat itu, masih banyak tamu yang melanggar dan keukeuh untuk menempati tempat duduk yang sudah ada tulisan larangan. Aturan mudah dibuat dan diterapkan namun kedisplinan ini yang sering kali jadi rintangan bersama.

Okey soal protokol kesehatan sudah ya, bisa dinilai sendiri apakah baik atau kurang?

Sebetulnya saya dilemma juga sih, bahkan agak takut-takut saat menulis artikel ini. Intinya sih saya bukan untuk mengajak pembaca untuk melakukan staycation atau bermalam satu dua hari di hotel. Saya hanya menginformasikan bahwa ya saat ini semua sektor menerapkan protokol kesehatan.

Secara pribadi sih, kalau kegiatannya tidak begitu penting dan bisa dilakukan di rumha lebih baik di rumah saja. Bukan melarang, bukan. Ini cara untuk mengantisiapsi diri kita tidak tertular atau menularkan virus corona. Jadi ya, kalau memang diharuskan bermalam di hotel cari yang sudah merapkan protokol kesehatan.

Semoga kita tetap dalam lindungan-Nya dan kita bisa hidup normal seperti sebelumnya tanpa harus ada rasa takut tertular atau menularkan penyakit.

You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive