Sensasi Bermalam di Lembang saat Hujan disertai Angin

December 29, 2020

Villa Kayu The Lodge Maribaya / sifathlist.com


Momen cuti bersama Natal dan Tahun Baru, bukan lagi waktu yang tepat untuk menikmati liburan ala ala di luar rumah. Banyak alasan, kenapa? Satu yang pasti adalah agar dunia ini bisa pulih kembali seperti sebelumnya.

Namun, saya kira ada banyak cara untuk merasakan kebahagiaan dan kenyamanan walaupun tanpa liburan. Bisa dengan makan bersama dengan keluarga di rumah, bersantai, olahraga ringan, hingga kemarin sedang hits adalah memelihara ikan dan bercocok tanam di teras depan rumah.

Kali ini saya juga ingin memberikan kebahagiaan lewat tulisan. Iya belum tentu juga, bacotan di blog ini bisa membuatmu bahagia, setidaknya saya sudah mencoba untuk berkontribusi memberikan kebahagiaan walau tak sampai.

Fun Camp / sifathlist.com
Melanjutkan tulisan sebelumnya, karena sebelum 2020 berakhir saya janji akan mereview pengalaman saya menginap di The Lodge Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Saat saya ke sana bersama rekan-rekan, Bandung sedang sendu dan nyaris tiap hari diguyur hujan. Kita berkesempatan untuk menginap di blok Fun Camp. Menginap di tenda namun fasilitas hotel berbintang. Seru?

Seru sih kayanya. Kok kayanya? Dari siang hingga sore hari saya sudah menikmati fasilitas tenda berbintang ini. Mulai dari kasur yang empuk, ruangan yang wangi, ada listrik, dan fasilitas alat mandi sudah disediakan.

Saya menempati tenda di pojokan dekat dengan pintu keluar ke blok sebelah. Harusnya saya berdua namun satu dari kita tidak jadi gabung sehingga saya sendiri. Bersyukur saat itu masih ada cahaya matahari yang terus menyinari di atas pohon pinus yang menjulang tinggi. Suara hewan (tonggeret) begitu khas ketika sedang di hutan.

Bean bag / sifathlist.com
Kami beristirahat, duduk di bean bag depan peraapian. Asri sekali rasanya. Tenang walaupun di hutan, kita masih bisa eksis di dunia maya karena difasilitasi internet (wifi). Canda tawa terus terdengar dan begitu akrab padahal beberapa rekan baru bertemu saat itu.

Cuss, gimana nih rasanya bermalam? Jadi jenjrengjreng …… kita tidak jadi menginap di tenda karena hutan dan angina kencang. Bahkan ranting pohon pinus sempat jatuh di area tenda. Ini bukan kesalahan pengelola ya, ini karena cuaca saja yang kurang tepat untuk berkemah di bawah pohon pinus.

perapian / sifathlist.com
Akhirnya, kami diminta untuk makan malam terlebih dahulu. Di sana sudah disediakan aneka menu, nasi, kentang, ayam, seafood, dan yang paling saya suka adalah soup creamnya yang super wenak. Bikin nagih pokoknya. Apalagi dimakan saat cuaca sedang dingin-dinginnya di tambah kami dimanja dengan suasana hangat dari perapian di ruang tersebut.

Karena cuaca dingin dan sedari pagi kita sudah menjelajah, perut begitu kalap melahap semua makanan di sana. Perut kenanyang dan hujan di luar sudah mulai reda. Kita diminta untuk pindah tempat menginap.

Villa kayu / sifathlits.com


Akhirnya kita dievakuasi untuk pindah dari tenda ke villa kayu yang juga masih berada di area The Lodge Maribaya. Ada rasa kecewa juga sih karena tidak bisa merasakan menginap di tenda. Tapi demi keselamatan tak masalah, mungkin next momen cuaca mendukung untuk menginap di sana.

Di villa kayu, ada dua lantai. Para cewek-cewek memilih untuk tidur di atas karena lebih luas sesuai dengan jumlah personil sementara para dua cowok tidur di ruang bawah.

Sepanjang malam, suara angin terdengar begitu kencang. Bukan sepoi-sepoi ya, tapi whuss whuss whuss gitulah. Rintikan hujan pun sesekali terdengar namun bersyukur karena villa kayu jadi di ruangan tetap terasa hangat ditambah tidur menggunganakn kasur tebal dan sleeping bag. Jadi aman.

Yang paling saya suka dan takjub adalah saat pagi hari. Wah, semalam saya tidak begitu memperhatikan sudut villa. Ternyata banyak spot yang menakjubkan dan wah wah wah pokoknya mah. Begitu keluar dari pintu villa, mata langsung disambut dengan pemangandang yang luar biasa dari hutan pinus yang hijau, segar, dan sedikit berkabut saat itu.

Villa Kayu / sifathlist.com


Saya duduk lalu memandang panorama yang belum tentu saya lihat esok hari. Setiap sudut saya abadikan dan tentunya ada kebutuhan untuk media sosial. Nyaman sekali dan berharap esok juga masih bisa melihat keindahan-Nya.

Pagi itu, kita sudah punya rencana untuk melakukan trekking ke hutan pinus. Tepat pukul 06.10 WIB ada satu petugas yang datang untuk menanyakan apakah bersedia atau tidak untuk trekking? Awalnya ragu, karena cuaca masih gerimis manja namun jika menolak semua akan menyesal. Jadi kami pilih untuk trekking ke hutan pinus.

Untuk pengalaman trekking di hutan pinus akan diceritakan di artikel berikutnya. Bye bye terima kasih sudah membaca. Mohon maaf, emang tulisannya garing tapi masih renyah kan untuk dibaca? Semoga tulisan ini bisa menghibur dan memberikan kebahagiaan walaupun sebatas paksaan.

treking di hutan pinus / sifathlist.com


You Might Also Like

0 komentar

Blog Archive